Beranda News Obituari Obituari: Leon Agusta, Sastrawan Necis dan Baik Hati

Obituari: Leon Agusta, Sastrawan Necis dan Baik Hati

BERBAGI
Leon Agusta (dok. youtube.com)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Leon Agusta, penyair dan budayawan asal Sumatera Barat meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daetah M Djamil, Padang, Kamis (10/12).

Jenazah penyair yang dikenal dengan puisi-puisi auditorium tersebut disemayamkan dikediamannya di Lubukkabung, Padang.

Menurut Syarifuddin Arifin, penyair Sumbar, di dinding facebooknya tampak pelayat diantaranya M. Ibrahim Ilyas.

Leon Agusta dikenal kalangan sastrasan berpenampilan necis memang sudah beberapa tahun terakhir kondisisi kesehetannya menurun. Namun, ia tampak semangat dengan mendirikan Leon Agusta Institut. Akhir-akhir ini ia juga jarang mengunjungi TIM untuk kongkow bersama rekan-rekannya.

Isbedy Stiawan ZS, sastrawan Lampung, mengaku cukup dekat dengan penyair ini. Dikatakan Isbedy, dirinya pernah seperjalanan muhibah Dialog Utara di Thailand Selatan pada 1999.

Kalau ke TIM, kerap berjumpa dan berdialog dengan Leon Agusta. “Saya terkesan degan almarhum, ibarat kamus berjalan tempat kita bertanya dan membuka halaman jika kita tak tahu,” kata Isbedy.

Leon juga dikenal.oleh kalangan saatrawan muda yang bayak memberi masukan. Ia akan “menguliahi” sastrawan muda, dan tak segan menuding “bodoh kau pelihara” apabila dia menilai penyair muda yang diajak dialog tak mengerti.

Kenangan lain dengan Leon Agusta, kata Isbedy, saat ia turun dari.panggung Teater Ketjil TIM selepas baca puisi esai soal Moro-Moro Kabupetan Mesuji pada peluncuran antologi puisi.esai.

“Leon msmburu saya di belakang panggung, memberi salam dan meminta buku saya itu. Dia bilang, ‘undang saya ke Lampung dan saya siap baca puisi eaaimu ini. Karyamu ini enak dipanggungkan,'” kata dia.

Pada Festival Puisi dan Lagu Rakyat (Pulara) 5 tahun 2014, pemgarah Pulara Malim Ghozali ingin sekali menghadirkan Leon di Pangkor.

“Sayang setelah saya hubungi banh Leon yang awalnya siap, namun karena ada kegiatan Leon Agusta Institute ia tak bisa ke Pangkor. Itulah kenangan saya dengan almarhum. Selamat jalan bang,” tutup Isbedy.

Kebaikan hati Leon juga diungkapkan penyair Sitok Srengenge. .”Beliau orang yang sangat baik. Beberapa hari lalu, ketika singgah di rumah saya, penyair Zawawi Imron pun memuji pribadi beliau sebagai “orang yang tak pernah membenci orang lain”. Semoga amal baik beliau diterima dan segala dosa beliau diampuni oleh Allah. Al-Fatihah,” kata Sitok.