Beranda Budaya Oka Rusmini dan Iksana Banu Raih Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2014

Oka Rusmini dan Iksana Banu Raih Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2014

BERBAGI
Oka Rusmini dan Iksana Banu (Foto: Kurnia Effendi)

JAKARTA, Teraslampung,com– Oka Rusmini, penyair asli Bali, meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2014 kategori puisi untuk antologi puisinya berjudul Saiban. Sementara penghargaan serupa untuk kategori prosa diraih  Semua untuk Hindia karya Iksaka Banu. Selain piagam, kduanya berhak meraih hadiah uang hingga ratusan juta rupiah. Pengumuman dan penyerahan penghargaan dilakukan di Plaza Senayan, Kamis malam (20/11).

Oka dan Iksaka masing-masing menyisihkan empat pesaingnya.  Ketika masuk lima besar, Oka mengungguli  Ook Nugroho (Tanda-Tanda Yang Bimbang),  Ahda Imran (Rusa Berbulu Merah), Hasta Indriyana ( Piknik Yang Menyenangkan), dan  A. Muttaqin, (Tetralogi Kerucut).

Sedangkan Iksana Banu unggul atas Afrizal Malna (Kepada Apakah), Norman Pasaribu (Hanya Kamu Yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu), Triyanto Tiwikromo (Surga Sungsang), dan Eka Kurniawan (Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas).

Ketua Dewan Juri,  Sarasdewi, mengatakan  penjurian Kusala Sastra Khatulistiwa 2014 dimulai pada Agustus 2014 lalu.

“Butuh dua bulan untuk memproses penjurian,Dewan Juri sepakat bahwa orisinalitas karya menjadi sangat penting dalam proses seleksi,” kata Sarasdewi, Kamis malam (20/11).

Kusala Sastra Khatulistiwa dulu dikenal sebagai penghargaan sastra Khatulistiwa Award (KLA). Anugerah ini diiniisasi oleh, antara lain Richard Oh, Danarto, dan Sutardji Calzoum Bachri. Dimulai pada 2010, penghargaan sastar yang memberikan  hadiah lumayan besar (Rp 100 juta). Setiap tahun Anugerah Sastra Khatulistiwa menyeleksi dari karya-karya sastra yang terbit dalam kurun waktu 12 bulan.

Penyeleksian Kusala Sastra 2014 dilakukan oleh para juri disusun oleh seorang ketua juri. Buku-buku fiksi dan puisi diseleksi dari yang diterbit dalam kurun waktu 12 bulan, dari Juli tahun lalu hingga Juni, 2014.

Semua karya yang terpilih diseleksi langsung oleh para juri. Tidak ada kriteria khusus bahwa karya-karya sastra harus dikirim ke pihak panitia agar dikualifikasi menjadi peserta.

“Walau demikian, pihak penerbit disarankan mengirim karya-karya sastra terbitannya kepada panitia karena ini sangat membantu penyaringan panitia akan karya-karya yang terbit dalam kurun waktu 12 bulan itu,” kata panitia dalam laman resmi Kusala Sastra Khatulistiwa.

Seorang koordinator juri dipilih oleh pihak penyelenggara untuk menyusun sebuah tim juri dari berbagai latar seperti yang tertera di atas. Tiga babak pemilihan yang berkembang dalam proses penentuan pemenang-pemenang Anugerah Sastra Khatulistiwa, yang biasanya diselenggarakan sekitar November setiap tahun. Babak pertama adalah pengumuman 10 Besar Karya Pilihan.

Babak berikutnya 5 Besar Karya Pilihan. Pada malam Anugerah Sastra Khatulistiwa, para pemenang diumumkan dalam sebuah upacara penyerahan hadiah di Plasa Senayan Jakarta.

Dewira