Beranda News Nasional Panglima TNI Benarkan Dua WNI Lolos dari Penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf

Panglima TNI Benarkan Dua WNI Lolos dari Penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf

BERBAGI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

TERASLAMPUNG.COM — Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membenarkan dua WNI bernama Mohammad Sofyan dan Ismail berhasil meloloskan diri dari penyanderaan yang dilakukan kelompok besenjata Abu Sayyaf  di Filipina. Terkait permintaan membayar tebusan agar sandera lainnya dilepaskan seperti yang diminta kelompok Abu Syafaf, Gatot menegaskan pemerintah Indonesia tetap tidak mau membayar tebusan.

“Informasi tersebut sudah saya cek, Mohammad Sofyan dan ismail sekarang sudah berada di Sambo, sedang di cek kesehatannya oleh tim medis,” ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, usai penganugerahan tanda kehormatan kepada 78 Pati TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Terkait lolosnya dua anak buah kapal (ABK) warga Indonesia, Panglima TNI mengatakan hal itu adalah kerja dari Pemerintah Filipina yang mempunyai komitmen membebaskan sandera, mereka melakukan pengepungan sehingga dua ABK ini bisa lolos.

“Mudah-mudahan yang lainnya juga bisa segera dibebaskan,” katanya.

Sedangkan menyangkut uang tebusan,  Gatot menegaskan Pemerintah Republik Indonesia tetap tidak akan membayar tebusan yang diminta oleh kelompok Abu Sayyaf. Gatot meminta perusahaan tempat para ABK itu bekerja juga sejalan dengan sikap pemerintah.

“Kalau memang tidak bayar ya tidak bayar, karena kita bukan bangsa kambing yang mudah diperas. Saya punya keyakinan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pasti mampu mengatasi permasalahan penyanderaan Warga Negara Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menegaskan  Pemerintah Filipina mempunyai komitmen kuat akan berupaya keras mengakhiri tindakan kriminal yang sering terjadi di Laut Sulu.

“Saya tidak pernah menyarankan gencatan senjata, tapi Pemerintah Filipina melalui Presiden Duterte menelpon Presiden Jokowi agar pemerintah Indonesia memberi kesempatan kepada Pemerintah Filipina untuk membebaskan sandera tersebut,” katanya.

BACA JUGA: