BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Aldi saat diperiksa di Polresta Bandarlampung, Minggu (5/7/2015).

BANDARLAMPUNG–Pencuri usepeda motor  dengan modus memacari korban melalui aplikasi layanan mobile messenger bee talk, Aldi Saputra Pratama (32), diringkus petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung di rumahnya, Jumat (3/7) lalu.

Kasat Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan,  warga Jalan Cendana 10, Kelurahan Rawalaut, Tanjungkarang Pusat itu Aldi mencuri sepeda motor milik Endah (26) warga Tanjungkarang Pusat  di salah satu pusat perbelanjaan pada April lalu. Modus pencurian yang dilakukan Aldi terbilang baru, yakni dengan menukar kunci motor yang asli milik korban dengan kunci palsu yang menyerupai kunci aslinya.

“Motor hasil curian, dijual tersangka kepada penadahnya. Petugas saat ini masih mencari barang bukti motor curian dan memburu penadah motor curian yang sudah dikantongi identitasnya. Barang bukti yang diamankan dari tersangka, lima buah kunci kontak motor palsu dan lima buah handphon berbagai merk,”kata Dery, Minggu (5/7).

Menurut Dery, awalnya tersangka berkenalan dengan korban melalui aplikasi layanan mobile messenger bee talk dan selanjutnya tersangka memacari korban. Setelah itu, tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan menggunakan motor milik korban ke pusat perbelanjaan atau Mall.

“Setibanya di tempat belanja, tersangka lalu memarkirkan motor korban ditempat parkiran dan menyerahkan kunci kontak motornya kepada korban. Namun kunci motor yang diberikan kepada korban adalah kunci palsu, kunci yang aslinya dipegang oleh tersangka Aldi,”ujarnya.

Pada saat berkeliling di pusat perbelanjaan, sambung mantan Kasat Reskrim Polres lampung Tengah ini, Aldi berpamitan dengan korban untuk pergi sebentar ke kamar mandi. Tapi tersangka bukannya pergi ke kamar mandi, melainkan pergi ke tempat parkiran motor.

Tersangka Aldi mengambil motor korban dengan kunci yang sudah ditukar, lalu membawa pergi motor korban untuk disimpan disuatu tempat. Untuk menghindari kecurigaan korban, tersangka kembali lagi menemui korban di pusat perbelanjaan.

“Ketika ingin pulang, korban kaget mengetahui motornya sudah hilang.  Atas kejadian itulah korban melaporkannya ke Mapolresta, petugas kemudian melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan dan diketahui pelaku pencurian itu dilakukan tersangka Aldi yang berpura-pura memacari korban,”jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, Kata Dery, tersangka Aldi tidak hanya sekali melakukan pencurian motor melainkan sudah tiga kali mencuri motor dengan modus dan cara yang sama.  Motor-motor hasil curian, dijual tersangka Aldi kepada penadahnya dengan harga bervariasi Rp 2 juta dan Rp 2,8 juta. Uang dari hasil penjualan motor curian, sudah habis digunakan tersangka Aldi untuk berpoya-poya.

“Untuk sementara ini, ada tiga TKP yang sudah dilakukan tersangka Aldi. Korbannya rata-rata perempuan yang dipacari dengan tersangka, kasus ini masih kita kembangkan untuk mengungkap adanya TKP lain,”tandasnya.

Sementara itu, tersangka Aldi mengatakan, sebelum melakukan pencurian motor ia terlebih dulu mencari calon korbannya melalui aplikasi layanan mobile messenger bee talk. Setelah korbannya didapat, ia lalu mengajak kenalan dan mengobrol dengan korbannya melalui bee talk.  Setelah kenalan di hendphon melalui bee talk, korban lalu dipacari dengan dirinya. Dengan pura-pura dijadikan pacar itulah, korban mau diajak pergi dan jalan-jalan di Mall.

“Di pusat perbelanjaan itulah, saya ambil motornya korban dengan menukar kunci motor asli dengan kunci motor palsu yang sudah saya bawa dan siapkan dari rumah. Pencurian motor dengan cara memacari korban, sudah tiga kali saya lakukan. Motor hasil curian sudah saya jual ke penadah, dan  uangnya sudah habis saya gunakan untuk poya-poya,” kata dia.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

LEAVE A REPLY