Beranda Hukum Kriminal Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Dibekuk di Pasar Bawah Ramayana

Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Dibekuk di Pasar Bawah Ramayana

BERBAGI

Tersangka Kelabui Orang Tuanya Sendiri

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Haris pelaku penggelapan sepeda motor di Lampung
Tersangka Haris saat dibawa petugas Satreskrim Polresta Bandarlampung, Selasa (29/9/2015).

BANDARLAMPUNG – Pelaku penggelapan motor, Haris (40) warga Kelurahan Srimenanti, Sribawono, Lampung Timur ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlamapung dan Unit Polsekta Tanjungkarang Barat di Pasar Bawah Ramayana, Tanjungkarang Pusat, Senin (28/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Wakasat Reskrim Polresta Bandarlampung, AKP Wahda didampingi dengan Kanit Resmob Iptu M. Syahir Perdana dan Kanit Reskrim Polsekta Tanjungkarang Barat mengatakan, tersangka Haris merupakan pelaku penggelapan sepeda motor. Tersangka ditangkap atas laporan korban, Udriyana warga Pinang Jaya, Kemiling,Bandarlampung yang menjadi korban penggelapan sepeda motor tersangka Haris.

“Korban bersama istrinya sedang belanja di Pasar Bawah Ramayana, saat itu korban melihat Haris berada ditempat itu. Korban kemudian menghubungi petugas, mendapat laporan itu petugas langsung menuju ke lokasi yang dimaksud dan langsung menangkap Haris,”kata Wahda kepada wartawan, Selasa (29/9).

Dari penangkapan tersangka, Wahda menuturkan, tidak ditemukan adanya barang bukti motor hasil penggelapan yang dilakukan tersangka. “Untuk barang bukti, sedang dilakukan pencarian oleh petugas,”tuturnya.

Wahda mengutarakan, modus penggelapan yang dilakukan Haris, yakni dengan berpura-pura meminjam motor milik korban. Motor tersebut, kemudian dibawa Haris ke tampat tinggalnya ke daerah Sribawono. Tersangka bukannya mengembalikan sepeda motor yang dipinjamnya, tersangka malah justru menjualnya.

“Motor itu dijual Haris ke wilayah Lampung Timur, dengan harga bervariasi Rp 700 ribu sampai Rp 900 ribu dan uangnya habis digunakan tersangka untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka Haris sudah lebih dari lima kali menggelapkan sepeda motor,”terangnya.

Yang menjadi korban penggelapan motor, lanjut Wahda, merupakan kerabat dekat dari tersangka Haris. Saat menjalankan aksinya, tersangka melakukannya hanya seorang diri.

“Korbannya adalah kerabat, tetangga, teman dan orang yang dikenal tersangka. Tapi kasus ini masih kita kembangkan untuk mengungkap adanya korban lainnnya yang dilakukan tersangka,”jelasnya.

Untuk melancarkan aksinya agar tidak tercium oleh petugas,  tersangka Haris sengaja tidak pernah memberitahukan kepada orangtuanya mengenai tempat tinggalnya.

Wahda mejelaskan, tersangka Haris awalnya datang kerumah kerabatnya di Jalan H Agus Salim, Pada (30/8/2015) lalu. Ditempat itu, Haris bertemu korban Udriyana warga Jalan Pinang Jaya, Kemiling yang sedang berkunjung dirumah kerabat tersangka. Pada saat itulah tersangka meminjam sepeda motor Honda Beat warna merah milik Udriyana.

Motor itu, lanjut Wahda, sengaja tidak dikembalikan lagi oleh tersangka. Udriyana sempat mendatangi rumah orang tua tersangka yang berada di Bandarlampung, tapi orang tua tersangka tidak mengetahui dimana keberadaan Haris.

“Jadi tersangka Haris ini, sengaja tidak memberitahukan tempat tinggalnya di Sribawono sekalipun itu kepada orang tuanya. Hal itu dilakukan tersangka, agar supaya tidak bisa terlacak dengan para
korbannya. Tersangka juga melakukan hal serupa kepada beberapa korban lainnya,”tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Haris dijerat Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman selama empat tahun penjara.