Beranda Hukum Kriminal Pembunuh Istri Mantan Anggota Dewan Terancam Hukuman Mati

Pembunuh Istri Mantan Anggota Dewan Terancam Hukuman Mati

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Terdakwa Darwin dan Yunuta Amelia, pasangan suami istri yang didakwa membunuh Suharningsih, tertunduk saat menjalani sidang perdana di PN Tanjungkarang, Kamis (2/7/2015).

BANDARLAMPUNG-Pasangan suami isteri (pasutri), Darwin (32) dan Yunita Amelia (28), dua terdakwa kasus pembunuhan terhadap Suharningsih, istri mantan anggota DPRD Bandar Lampung, Muhzan Zein, terancam hukuman mati atau seumur hidup. Hal itu terungkap dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (2/7).

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adi Wibowo, mendakwa keduanya dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

JPU menyebutkan, bahwa kedua terdakwa Darwin dan Yunita telah melakukan perbuatan secara dengan sengaja dengan merencanakan terlebih dahulu dan merampas nyawa orang lain yaitu Suharningsih.

“Kami jerat kedua terdakwa dengan Pasal berbeda. Yakni Darwin dijerat dengan Pasal 340 KUHP, sedangkan Yunita dengan Pasal 365 KUHP. Tapi Pasal itu ancaman hukumannya minimal 20 tahun atau seumur hidup bahkan hukuman mati,” kata Adi, Kamis (2/7).

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Cokro Mukti, JPU menjelaskan, pembunuhan terhadap Suharningsih memang telah direncanakan oleh keduanya. Sebab, sebelum melakukan pembunuhan tersebut, keduanya mempersiapkan peralatan terlebih dahulu yakni berupa linggis dan seutas tali rafia untuk membunuh korban.

“Pembunuhan itu dilakukan mereka (para terdakwa), karena Darwin merasa sakit hati dengan suami korban, Muhzan Zein yang merupakan Paman Yunita. Tapi Yunita sempat menolak, karena diketahui Muhzan mempunyai senjata api,” jelas Adi.

Lalu, terdakwa Darwin merencanakan membunuh terhadap Suharningsih, yang tak lain adalah tante dari istrinya, Yunita.

“Mendengar kalau Muhzan memiliki senpi, timbul niat Darwin untuk membunuh Suharningsih. Yunita pun menyetujuinya. Lalu, Darwin menyewa satu unit mobil Daihatsu Feroza warna merah hati bernomor polisi BE 1605 AP dan membeli seutas tali rafia di toko Lia, didaerah Pahoman,”paparnya.

Keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB, mengetahui suami korban tidak ada dirumah, kedua terdakwa lalu melakukan aksinya tersebut. Sesampainya dirumah korban, kedua korban disambut baik dengan korban dan mempersilahkan keduanya untuk duduk diruang tamu.

Sementara korban pergi kedapur untuk membuatkan minuman the, saat kembali keruang tamu Darwin langsung menghujamkan linggis yang dibawanya ke bagian kepala korban sebanyak satu kali hingga korban tersungkur di lantai.

Melihat korban masih bergerak, Darwin pun kembali memukul kepala korban menggunakan linggis sebanyak dua kali. Karena korban masih bernapas, lalu Darwin meminta seutas tali kepada Yunita dan menjeratkannya ke bagian leher korban hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Untuk mengelabuhi agar kasus pembunuhan tersebut merupakan aksi pencurian, kedua terdakwa membawa kabur barang-barang berharga milik korban. Antara lain, perhiasan uang tunai sebesar Rp 196.000, satu unit mobil Toyota Agya. Namun, hanya butuh waktu tiga hari, perbuatan mereka berhasil diungkap Polresta Bandar Lampung, berkat rekaman CCTV yang terpasang di rumah tetangga depan korban.

Berita Terkait: Pembuhan Istri Mantan Anggota DPRD Bandarlampung