Beranda Hukum Kriminal Pemilik Biro Jasa Pengurusan Paspor TKW Ilegal Ditangkap

Pemilik Biro Jasa Pengurusan Paspor TKW Ilegal Ditangkap

BERBAGI
Belasan wanita diduga sebagai TKI ilegal saat diamankan petugas di Mapolda Lampung, Jumat (30/9/2016) sore.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, mengungkap jaringan pemilik biro jasa pembuat paspor penyaluran tenaga kerja wanita (TKW) ilegal.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, tersangka yang ditangkap adalah Widya Ningsih (41) warga Sumur Batu, Telukbetung Utara selaku pemilik biro jasa pembuatan paspor TKW ilegal.

“Widya membuatkan paspor untuk para TKW ilegal bekerjasama dengan kantor Imigrasi Bandarlampung. Namun apakah ada keterlibatan petugas Imigrasi, kasusnya masih dalam pengembangan,”kata Ferdyan, Senin (3/10/2016).

Menurutnya, selain tersangka Widya, masih ada tersangka lain yang diduga sebagai pelaku utama, saat ini masih dalam pencarian dan pengejaran petugas.

Ferdyan mengutarakan, tersangka Widya membuatkan paspor untuk para calon TKW ilegal, tanpa harus mengeluarkan biaya. Selain itu juga, untuk mendapatkan paspornya Widya sengaja memanipulasi data. Seperti data umur yang tidak sesuai, lalu pernyataan membuat paspor yang tidak semestinya. Ternyata seluruh persyaratan itu, sudah diatur oleh tersangka Widya.

“Paspor yang dibuat tersangka untuk para wanita TKW tujuan ke luar negeri, tapi hanya sebagai pelancong atau wisawatan, bukan sebagai pekerja. Kenyataannya, para wanita yang telah dibuatkan paspor itu akan dipekerjakan di luar negeri,”ujarnya.

Sebelumnya petugas mengamankan 53 orang wanita calon tenaga kerja wanita (TKW) ilegal, para wanita yang membuat paspor itu melalui tersangka Widya. Para wanita yang diamankan tersebut, berasal dari Pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten.

BACA: Polda Lampung Amankan 18 TKI Ilegal

Mereka mau menerima tawaran menjadi TKI ilegal, sebab dijanjikan iming-iming dengan gaji besar.

“Sebelumnya petugas mengamankan 18 wanita TKW Ilegal, pada Sabtu (1/10/2016). Setelah pengembangan, petugas mengamankan 35 wanita lainya calon TKW ilegal. Mereka diamankan dikediaman Widy yang juga menjadi tempat penampungan para calon TKW ilegal,”terangnya.

Rencananya, kata Ferdyan, para wanita TKW ilegal yang diamankan tersebut, akan diberangkatkan oleh tersangka Widya ke negara Malaysia, Singapura dan Hongkong sebagai pekerja rumah tangga (PRT). Penggagalan pengiriman 53 TKW ilegal tersebut, berawal dari penyelidikan petugas dilapangan selama satu bulan.

“Para wanita TKW ilegal tersebut, berada di Lampung akan dibuatkan paspor dan akan dikirimkan ke luar negeri. Sebab membuat paspor di Bandarlampung, lebih mudah tidak seperti di Jakarta atau didaerah lainnya,”ungkapnya.

Dikatakannya, para korban TKW Ilegal tersebut, rencananya akan diberangkatkan tersangka melalui jalur ilegal. Ada dua jalur yang akan digunakan, yakni melalui jalur laut dari Batam dan akan masuk menuju Malaysia dan Singapura.

Sementara untuk jalur darat, kata Ferdyan, melalui Pontianak, Kalimantan Barat yakni dengan melewati perbatasan ilegal menuju Kuching menuju ke Malaysia.

“Paspor itu nantinya berguna jika sudah memasuki wilayah Malaysia. Para penyelundup, akan mengatakan kepada para korban, jika mereka akan jalan-jalan bukan untuk bekerja,”jelasnya.