Beranda Hukum Kriminal Pemilik Showroom Mobil Ini Diduga Kuat Jadi Penadah Mobil Curian

Pemilik Showroom Mobil Ini Diduga Kuat Jadi Penadah Mobil Curian

BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Komisaris Dery Agung Wijaya  saat menunjukkan truk engkel hasil curian dari tangan ketiga tersangka yang ditangkap di daerah Selomerto, Wonosobo, Jawa Tengah.

BANDARLAMPUNG.COM–Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Komisaris Dery Agung Wijaya mengatakan, tiga tersangka anggota komplotan penadah mobil hasil curian menyamarkan jati dirinya dengan membuka showroom mobil. Menurut Dery, tersangka Suwito dan Yanto ini adalah pemilik showroom mobil di daerah Wonosobo, Jawa Tengah.

“Tersangka Suwito dan Yanto, menampung truk, tronton dan minibus curian dari Lampung. Lalu truk itu dijual lagi oleh mereka, bahkan tersangka pernah menjualnya ke Timor-Timor. Ketiga tersangka merupakan spesialis pelaku pencurian dan penadah kendaraan roda empat, enam,  dan sepuluh di Pulau Sumatera dan Jawa,” kata Dery, pada acara ekspose kasus di Mapolresta Bandarlampung, Rabu (8/5/2015).

Mantan Kasat Reskrim Lampung Tengah ini menambahkan, untuk mengenai modusnya para tersangka melakukan pemetikan dan penadahan hasil kejahatan dari Lampung dan menjualnya kembali di daerah Pulau Jawa.

“Mereka mengambil mobil truk yang sedang diparkir di pinggir jalan, dan ditinggal pergi supirnya. Truk hasil curian ada yang dijual dengan cara di mutilasi (dipreteli), ada juga yang dijual dalam bentuk utuh. Kasus ini masih dikembangkan untuk mengungkap TKP dan tersangka lainnya,.Diduga masih ada TKP lain yakni di wilayah Bandung dan Surabaya,”bebernya.

Tersangka Suwito mengaku dirinya  menjual dan menerima kendaraan truk hasil curian dari teman-temannya. Truk hasil curian itu, tidak hanya ia terima dari Pulau Jawa melainkan dari wilayah Sumatera salah satunya adalah Lampung. Truk hasil curian tersebut, ia sudah menjualnya hingga belasan kendaraan jenis truk.

Pria yang menekuni bisnis jual beli hasil kejahatan ini juga mengaku, bahwa ia memiliki showroom penjualan mobil, usaha jual beli tersebut hanya untuk menutupi kalau dirinya adalah sebagai penampung truk hasil curian dari Pulau Jawa dan Sumatera.

“Saya nganter langsung kendaraan truk hasil curian yang mau dibeli sama orang setelah sampai dirumah. Truk hasil curian saya beli mulai dari harga Rp 40 juta hingga Rp 50 Juta satu unitnya, dari hasil penjualan satu unit kendaraan saya dapat keuntungan sebesar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Saya menjualnya tidak hanya di Pulau Jawa saja, saya juga pernah menjualnya keluar negeri di Timor-Timor,”ujarnya.

Hal serupa pun dikatakan oleh tersangka Yanto. Namun, Ia ditangkap polisi ketika sedang berada di showroom Suwito ketika akan menjual truk hasil curian. “Saya ditangkap waktu di showroomnya Wito, saat itu saya mau menjual truk hasil curian yang baru saja dibawa oleh Asep dari Bandung,”ucapnya.