Beranda Hukum Kriminal Pencuri Sepeda Motor Diringkus Polisi saat Pulang untuk Berpuasa Ramadhan dengan Ibunya

Pencuri Sepeda Motor Diringkus Polisi saat Pulang untuk Berpuasa Ramadhan dengan Ibunya

BERBAGI
Zainal Asikin/Teraslampung.com
 Tersangka Ardiansyah saat menunjukkan cara mencuri sepeda motor di hadapan Kasat Reskrim polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya.

BANDARLAMPUNG– Ardiansyah (22) , buron kasus pencurian sepeda motor, diringkus petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung saat baru pulang ke rumahnya di  Jalan Imam Bonjol, Pasar Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Rabu (24/6) sekitar pukul 19.30 WIB. Ardiansyah pulang dari tempat persembunyiannya karena kangen dengan ibunya dan hendak berpuasa Ramadhan bersama orang yang dicintainta itu.
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, tersangka ditembak kaki kirinya karena berusaha kabur dan melawan petugas. 
Menurut Dery, penangkapan Ardiansyah dilakukan setelah pihaknya mendengar informasi bahwa tersangka pulang dari tempat persembunyiannya di Tangerang, Banten. “Pada saat itu juga petugas langsung melakukan penangkapan. Tersangka Ardiansyah berhasil ditangkap saat akan pulang ke rumahnya ke daerah Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat setelah pergi dari pelariannya selama satu bulan,”kata Dery kepada wartawan, Kamis (26/6).
Dery menuturkan, tersangka Ardiansyah menjadi DPO karena terlibat dalam pencurian sepeda motor Yamaha Mio Soul milik korban Saskia (20) di Jalan Yos Sudarso pada April 2015 lalu. Tersangka mencuri sepeda motor milik korban warga Telukbetung Barat tersebut, bersama rekannya Danu yang sudah lebih dulu tertangkap oleh petugas Unit Reskrim Polsekta Telukbetung Selatan selang taklama usai kejadian. 
“Mengetahui temannya Danu ditangkap, tersangka Ardiansyah melarikan diri ke daerah Tangerang dan sejak saat itulah dia (tersangka) kita tetapkan sebagai DPO. Motor hasil curian, berhasil diamankan karena belum sempat dijual dengan tersangka Danu,”tutur Dery. 
Dari hasil pemeriksaan, mantan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah ini menjelaskan, selain melakukan pencurian sepeda motor, diduga trsangka Ardiansyah terlibat dalam aksi pencurian rumah kosong. Berdasarkan catatan kepolisian, ada sekitar lima lokasi TKP lebih tersangka melakukan pencurian tersebut. 
“Selain sepeda motor yang jadi sasaran pencurian, Ardiansyah juga mencuri rumah yang sedang ditinggal pergi oleh pemiliknya dan tersangka ini merupakan spesialis pencuri rumah kosong. Kasus ini masih kita kembangkan, yakni untuk mengetahui TKP lain,”terangnya.
Tersangka Ardiansyah mengakui mencuri sepeda motor. Namun yang merencanakan pencurian motor, adalah rekannya Danu. Sebelum mencuri, ia bersama Danu berkeliling menggunakan sepeda motor, lalu Danu mengajak ia untuk mencuri motor yang sedang terparkir didepan tempat kos di jalan Yos Sudarso.
“Saya cuma ikut sama Danu saja waktu diajak mencuri motor. Tapi kalau yang mengambil motor Yamaha Mio Soul itu Danu, mengambilnya pakai kunci letter T. Kalau saya hanya bantu dorong motor curian saja, bantu dorongnya pakai motor Danu. Saya terpaksa ikut mencuri motor, karena butuh uang untuk biaya untuk bantu Ibu buat bayar biaya sekolah adik-adik saya,”kata Ardi, saat diperiksa di Polresta Bandarlampung. Kamis (25/6/2015).
Ardiansyah mengaku dirinya melarikan diri setelah mengetahui temannya, Danu, ditangkap polisi, 
Ia melarikan diri ke daerah Tangerang. Selama di sana (Tangerang) ia berjualan aksesoris. Ketika memasuki bulan Ramadhan, ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya yang berda di Kelurahan Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. Alasan dia pulang kerumahnya, karena kangen dan rindu dengan ibunya bahwa ia ingin berpuasa bareng dengan ibunya seperti pada bulan ramadhan sebelumnya. 
“Ya pulangnya saya ke rumah, karena ingin puasa bareng ibu di rumah. Selain itu juga saya mau kasih ibu uang dari hasil saya kerja saya dagang aksesoris, ya supaya ibu dapat merasakan uang yang saya dapatkan dengan cara kerja saya yang halal,”ungkapnya.
Ardiansyah akan dijerat dengan  Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

LEAVE A REPLY