Beranda Hukum Kriminal Penipu Raup Puluhan Juta dari Walimurid SMPN 4 Bandarlampung

Penipu Raup Puluhan Juta dari Walimurid SMPN 4 Bandarlampung

BERBAGI
Kegiatan di SMPN 4 Bandarlampung (ilustrasi/dok www.smpn4balam.sch.id)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—SMPN 4 Bandarlampung di Jl. H.O.S. Tjokroaminotot Bandarlampung heboh, tadi siang (7/10), menyusul tersiarnya berita ada siswa kelas IX jatuh dari tangga sekolah dan kepalanya bocor. Pengirim kabar bohong via telepon itu berhasil meraup uang puluhan juta rupiah dari salah satu orang tua siswa.

“Salah seorang walimurid kepas IX langsung menransfer uang puluhan juta ke rekening pemberi informasi. Mungkin saking paniknya, sehingga ketika dikasih tahu anaknya kepalanya bocor dan dirawat di RS Advent serta perlu biaya puluhan juta, walimurid itu langsung menurutu perintah orang yang mengaku sebagai petugas rumah sakit,” kata Kusdiono, salah satu staf di SMPN 4 Bandarlampung, Rabu (7/10).

Menurut Kusdiono, penipuan lewat telepon itu tidak hanya menyasar satu-dua walimurid, tetapi puluhan walimurid. Akibatnya, puluhan walimurid yang ingin memastikan kebenaran informasi anaknya jatuh dari tangga sekolah langsung berdatangan ke sekolah.

“Informasi yang diberikan penipu yang mengaku sebagai Murdoko itu sama untuk semua walimurid. Yakni, anak si walimurid seolah-olah jatuh dari tangga dan kepalanya bocor dan sudah berada di ruang operasi RS Advent. Lalu penelepon yang mengaku bernama Murdoko minta agar orang tua siswa mentransfer uang. Uang yang diminta bervariasi, antara Rp 10 juta sampai Rp25 juta kepada setiap wali murid. Ada seorang walimurid yang langsung mentransfer uang sebelum mengecek kebeneran informasi tersebut,” kata Kusdiono.

Kusdiono menduga, kejadian ini ada hubungannya dengan sistem data sekolah yang telah di  hacker. “Baru minggu kemarin kami mengirimkan data siswa kelas IX ke pusat. Dan terjadilah hal ini.Sepertinya ada yang menganggu sistem data kami,” katanya.

Akibat peristiwa tersebut, semua siswa SMPN 4 Bandarlampung pulang lebih cepat dari hari biasanya. Pada pukul 11.30 WIB para siswa sudah diperbolehkan pulang.

Mas Alina Arifin