Beranda Hukum Kriminal Perampok Bersenjata Api Tewas Ditembak Tim Tekab 308 Polda Lampung

Perampok Bersenjata Api Tewas Ditembak Tim Tekab 308 Polda Lampung

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edwar Syah Pernong saat melihat barang bukti senjata api milik tersangka muksin dan beberapa perhiasan emas hasil rampokan tersangka

BANDARLAMPUNG-Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung menembak mati Muksin, tersangka perampok bersenjata api, arga Desa Mulyo Asri, Tanjung Sari, Lampung Selatan, Minggu (1/11) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Tersangka Muksin, merupakan pelaku perampokan bersenjata api antarlintas provinsi.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edward Syah Pernong mengatakan, tersangka Muksin pada saat akan ditangkap dirumahnya di Desa Mulyo Asri, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, Minggu dinihari. Tersangka Muksin ini, melakukan perlawanan aktif terhadap petugas dengan menggunakan senjata api.

“Pada saat petugas sedang mendobrak pintu besi, Muksin melepaskan satu kali tembakan ke petugas lalu lari dan bersembunyi di atap plafon rumahnya,”kata Edward kepada wartawan, Minggu (1/11) malam.

Dari atap plafon itu, lanjut Edward, Muksin kembali melepaskan tembakan ke arah Tekab 308 sebanyak dua kali tembakan, sehingga petugas mengambil tindakan tegas, dan melumpuhkan tersangka dengan melepaskan tembakan kearah tersangka.

“Muksin akhirnya roboh setelah ditembus peluru panas petugas di dada sebelah kiri, petugas sempat membawa Muksin ke Rumah Sakit tapi nyawanya tidak tertolong lagi,”ujarnya.

Dari rumah Muksin, lanjut Edwar, disita barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, tiga butir amunisi jenis colt 38, tiga butir selongsong colt 38, perhiasan emas (satu gelang emas, empat buah cincin emas, satu buah kalung emas dan sepasang anting), satu buah handphone.

“Muksin merupakan DPO Polresta Bandarlampung, tersangka juga merupakan salah satu kelompok pelaku pembegalan yang mengakibatkan ustadz Sopian tewas dilokasi kejadian didaerah Suban. Senjata api yang dipakai untuk mengahbisi Ustadz Sopian saat itu, milik tersangka Muksin,”jelasnya.

Dari penangkapan Muksin, Edwar menuturkan, Tekab 308 kembali melakukan penangkapan terhadap tersangka Mahmun Abadi yang merupakan salah satu kelompok dari tersangka Muksin saat melakukan aksi perampokan.

“Mahmun ditangkap petugas dirumah mertuanya di Desa Pamulihan, Kecamatan Way Sulan, Lampung Selatan. Dari rumah tersangka, disita barang bukti, satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 BE 3664 OF beserta STNK, dua buah handphone dan satu buah buku tabungan Bank BRI,”tuturnya.

Edwar mengutarakan, pada saat tersangka diminta petugas untuk menunjukkan tersangka lainnya, Mahmun mendorong petugas  dan berusaha melarikan diri. Terpaksa petugas melumpuhkan Mahmun dengan tembakan di kakinya, saat ini tersangka sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Selain kedua tersangka masih ada empat tersangka lainnya masih buron, Nasib, Empi, HD dan EK . Keempat tersangka saat ini masih diburu Tekab 308. Komplotan para pelaku ini, melakukan aksi perampokan tidak hanya di Lampung saja melainkan antar lintas Provinsi, “terangnya.

Diijelaskannya, pengungkapan dan penangkapan tersangka muksin dan Mahmun Abadi merupakan hasil dari olah TKP dan keterangan saksi yang ada di beberapa TKP. Tekab 308  Polda Lampung, dapat mengetahui ciri-ciri para pelaku perampokan tersebut.

“Dari hasil penyelidikan, para pelaku perampokan itu dapat diketahui yang merupakan gabungan pelaku dari kelompok Metro dan Tanjung Bintang,”jelasnya.

Kelompok Muksin Cs tersebut, kata Edwar, merupakan pelaku perampokan di enam lokasi TKP yakni di wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur. Selain di kedua wilayah tersebut, para pelaku juga pernah melakukan aksinya diwilayah Rumbay, Riau.

“Modus pencuriannya, mendobrak pintu rumah lalu menodongkan senjata api kepada korban, bahkan melukai korbannya dan mengambil barang-barang berharga milik korban,”ungkapnya.

Aksi perampokan terakhir yang dilakukan Makmun Cs, lanjut Edward, pelaku berjumlah tujuh orang merampok dirumah korban bernama Giyanti di Desa Mekar Mulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur. Para pelaku menodong korban pakai senjata api, lalu tersangka mengikat dan
melakban mulut korban. Setelah korban dilumpuhkan, para tersangka menguras barang berharga milik korban.

“Dari rumah korban, para pelaku berhasil menggondol uang tunai Rp 82 juta, perhiasan emas seberat 10 gram dan dua buah handphone,”tandasnya.