Beranda Hukum Kriminal Polda Lampung Amankan 271 Preman dan Sita 23 Pucuk Senpi Ilegal

Polda Lampung Amankan 271 Preman dan Sita 23 Pucuk Senpi Ilegal

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Para tersangka beberapa kasus kejahatan yang ditahan polisi selama 80 hari operasi Polda Lampung dalam rangka 100 hari kerja Kapolri.

BANDARLAMPUNG – Kepolisian daerah (Polda) Lampung beserta jajarannya di tingkat Polres/Polresta, mengamankan sebanyak 271 preman dan menyita senjata api (senpi) illegal sebanyak 23 pucuk. Puluhan pucuk senjata api dan ratusan preman tersebut ditangkap, selama 80 hari dari masa kerja 100 hari Kapolri Jenderal Badroedin Haiti.

Selain pengungkapan kasus premanisme, Kapolda Lampung beserta jajaran mengungkap kasus peredaran narkoba, tindak pidana korupsi dan penggelapan pupuk bersubsidi dengan cara dioplos.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edwar Syah Pernong mengatakan, ada sekitar 158 kasus premanisme dengan jumlah tersangka sebanyak 271 orang yang berhasil diamankan. Para preman tersebut ditangkap, karena meresahkan masyarakat. Untuk pemberantasan premanisme dan kejahatan jalanan, dilaksanakan selama kurun waktu April hingga Juni 2015.

“Mereka yang diamankan ini, adalah preman yang kerap melakukan aksi kejahatan jalanan. Untuk barang bukti yang diamankan, sebanyak 36 bilah senjata tajam, senjata api sebanyak 23 pucuk, 62 unit sepeda motor, uang tunai Rp 3.059.000 dan barang-barang lainnya sebanyak 119 unit,”kata Edwar kepada wartawan, Senin (6/7).

Dari 271 pelaku premanisme dan kejahatan jalanan yang diamankan, pihaknya mempunyai analisa sendiri. Kerana para pelaku yang diamankan punya target yang berkualitas, selain pelaku non target yang diluar kejahatan premanisme dan kejahtan jalanan.

“Untuk pelaku curas ini beda dengan premanisme, karena premanisme dan kejahatan jalanan ini lebih meresahkan masyarakat. Ya seperti pemalakan, dan tindakan kejahatan lainnya,”ujarnya.
Dalam pemberantasan premanisme, menurut Edwar, Polda lampung dan jajaran berupaya keras dengan cara penugasan Satgas Khusus (Satgasus) untuk mempercepat gerak dalam penindakan. Seperti belum lama ini, dalam waktu sepekan fokus dilakukan penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas).

Dari kasus tersebut, dapat diamankan hampir mencapai seratus orang tersangka dengan barang bukti sebanyak 15 pucuk senjata api illegal yang disita. Selain itu juga, pihaknya mengungkap tujuh kasus perjudian toto gelap (togel) dan kartu remi dengan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 13 orang tersangka.

“Hasil pencapaian tersebut mempunyai dampak peningkatan pada Kamtibmas sekarang ini, karena semakin intensifnya langkah dari para anggota yang bergerak,”kata dia.

Jenderal bintang satu ini menjelaskan, selain pengungkapan kasus premanisme 80 hari masa kerja 100 hari Kapolri, pihaknya juga mengungkap sebanyak 220 kasus narkoba. Dari jumlah kasus tersebut, berhasil diamankan sebanyak 324 tersangka dan menyita beberapa barang bukti jenis narkoba. Yakni dengan rincian, 302,9 kilogram daun ganja, 18,2 kilogram sabu-sabu senilai Rp 30 miliar dan 448 butir pil ekstasi.

“Empat dari enam kasus narkoba yang menonjol, hasil temuan banyak terjadi di wilayah hukum Polres lampung Selatan terutama di Pelabuhan Bakauheni. Dari penangkapan 324 tersangka, banyak diungkap dari jaringan baru serta ada kaitannya dari penindakan hasil ungkap sebelumnya,”kata dia.

Sementara dalam kasus prioritas, kata Edwar, salah satunya adalah kasus tindak pidana korupsi. Pihaknya menargetkan ungkap sebanyak 13 kasus korupsi, dari 13 kasus tersebut Polda Lampung dan Jajaran dapat mengungkap sebanyak 11 kasus korupsi.

“Sampai 80 hari masa kerja 100 hari Kapolri ini, kami sudah mengungkap 11 kasus tindak pidana korupsi. Pencapaian ini cukup bagus, karena sudah 90 persen dari target. Dari 11 kasus itu, ditetapkan sebanyak 12 tersangka dengan jumlah barang bukti yang disita berupa dokumen penting sebanyak 63 dokumen,”jelasnya.

Dari tindak pidana terhadap distribusi barang bersubsidi, dapat diungkap kasus penggelapan pupuk bersubsidi dengan cara dioplos sebanyak Sembilan target dengan persentase 64,2 persen dari jumlah 14 target kasus penggelapan pupuk.

“Barang ukti yang disita, pupuk jenis urea sebanyak 23,35 kilogram, NPK Phonska 27,2 kilogram, pupuk ZA 9,9 kilogram, SP 36 7,7 kilogram dan kendaraan lima unit mobil yang dipakai untuk mengangkut pupuk subsidi oplosan,”terangnya.

Dalam sisa 20 hari kedepan dari 100 hari kerja Kapolri, sambung Edwar, pihaknya akan menggiatkan pengungkapan kasus kejahatan terutama dalam pengungkapan para target operasi (TO), non-TO dan kejahatan jalanan. Untuk jajaran setingkat Polres/Polresta dan Polsek, diharapkan harus kejar target di sisa 20 hari. Disamping itu juga, harus melaksanakan Operasi Ketupat Krakatau 2015.

“Operasi Ketupat ini bisa berhasil dan berjalan aman, dibantu dengan diberantasnya kejahatan umum dalam program 100 hari kerja Kapolri. Kami juga telah menyiapkan kegiatan terpadu antar Polda, saat ini sedang di konsep dan diharapkan lebaran nanti terget dapat tercapai semua,”tandasnya.

Dalam gelar ekspos 80 hari dari masa kerja 100 hari Kapolri Jenderal Badroedin Haiti, Polda Lampung didampingi oleh tim dari Mabes Polri yang hadir menyaksikan secara langsung. Selanjutnya, tim tersebut akan memverifikasi sebagai bahan laporan kepada Kapolri.