BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Operasi Wanalestari yang digelar Polda Lampung bersama Polres Lampung Barat menangkap empat tersangka pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBBS) di Dusun Palangmerah, Pekon Bandaragung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, pada Minggu (4/9/2016) sore lalu.

Empat tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Supardi (54) warga Palangmerah, Pekon Bandaragung; Markum (38) warga Dusun Tekorjaya, Pekon Bandaragung; Yusuf (40) warga Pekon Roworejo, Lampung Barat dan Saleh (34) warga Dusun Palangmerah, Pekon Bandaragung.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Zarialdi saat dikonfirmasi melalui ponselnya terkait dengan penangkapan tersebut, membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap empat tersangka pembalakan liar. Para tersangka ditangkap, saat digelarnya operasi Wanalestari yang dilakukan oleh petugas gabungan Polda Lampung dan Polres Lampung Barat.

“Saat ditangkap, empat tersangka sedang melakukan pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBBS) Pekon Bandaragung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat,”ujar Zarialdi kepada teraslampung.com, Senin (5/9/2016) sore.

Dikatakannya, penangkapan keempat tersangka, upaya tindak lanjut informasi dari masyarakat sekitar terkait dengan maraknya pembalakan liar di kawasan TNBBS tersebut. Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi yang dimaksud.

Saat di lokasi, kata Zarialdi, petugas melihat adanya aktifitas empat tersangka sedang melakukan pembalakan liar. Saat itu juga, petugas langsung menangkap para tersangka bersama barang bukti.

“Barang bukti yang disita berupa, satu unit mesin chainsaw, papan ukuran 2x2x25 sebanyak setengah kubik dan balok 4x6x12 sebanyak 10 batang,”terangnya.

Zarialdi mengutarakan, dari hasil pemeriksaan sementara, saat melakukan pembalakan para tersangka memiliki peran berbeda. Tersangka Makmur dan Saleh berperan sebagai penebang pohon lalu merajang kayu menjadi papan dan balokan dan tersangka Yusuf pemilik mesin chinsaw.

“Tersangka Supardi, yang menyuruh ketiga tersangka untuk melakukan pembalakan di kawasan TNBBS tersebut. Saat ini keempat tersangka dan barang bukti, masih dilakukan pemeriksaan di Polres Lampung Barat guna penyelidikan lebih lanjut,”jelasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka di jerat Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 16 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan perusakan hutan. Ancaman hukumannya, pidana penjara selama 1 tahun.

LEAVE A REPLY