Beranda Hukum Kriminal Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penusukan Jupri Hingga Tewas di Acara Organ Tunggal

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penusukan Jupri Hingga Tewas di Acara Organ Tunggal

BERBAGI
Arena organ tunggal maut di Pinangjaya, Kemiling, Bandarlamung.

Zainal Asikin | Teraslampung.com 

BANDARLAMPUNG–Terkait kasus penusukan yang mengakibatkan korban Sagap Al Jupri (39) warga Jalan Perkutut, Kemiling meninggal dunia, pada acara hiburan organ tunggal perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Jalan Murai I, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, pada Kamis (18/8/2016) dinihari lalu. Polisi sudah kantongi identitas pelaku penusukan tersebut.

“Saksi yang diperiksa, ada sekitar tujuh orang saksi. Hasil keterangan yang didapat, sudah ada mengarah ke beberapa pelaku dan tinggal menunggu saja untuk dilakukan penangkapan,”kata Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho,   saat ditemui di Mapolresta Bandarlampung, Sabtu (20/8/2016).

Menurutnya, saat ini pihaknya masih mendalami kembali, kemudian untuk tindaklanjutnya pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi lain.

“Mengenai berapa orang pelakunya, nanti sajalah kalau sudah ditangkap pasti akan kita ekspos,”ucapnya.

Dikatakannya, sebelum adanya kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas sudah memberikan imbauan terhadap mereka. Namun ada yang mau mendengar, ada juga yang tidak.

“Bahkan, petugas sudah berulangkali mengingatkan tapi memang tidak diindahkan,”ungkapnya.

BACA: Perayaan HUT ke-71 RI, Warga Bandarlampung Tewas Ditusuk Pisau di Acara Organ Tunggal

Diberitakan sebelumnya, Sagap Al Jupri (39) warga Jalan Perkutut, Kemiling tewas setelah ditusuk senjata tajam di bagian punggungnya usai acara organ tunggal perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Jalan Murai 1, Kelurahan Pinang Jaya, Kemiling, Kamis dinihari (18/8/2016) sekitar pukul 03.00 WIB.

Selain korban Jupri yang terkena tusukan senjata hingga tewas, ada salah seorang korban lain lagi yakni Risman (20) warga Jalan Mata RT 03, Pinang Jaya yang terkena sabetan senjata tajam di telapak tangan. Begitu juga dengan adik Jupri, korban mengalami luka lebam dibagian Kepala.

Menurut warga setempat, Johanif Efendi menceritakan, di sekitar daerah tempat tinggalnya di Jalan Murai I, Kelurahan Pinang Jaya, Kemiling mengadakan berbagai kegiatan perlombaaan pada perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Namun puncak perayaan kegiatan, pada Rabu malam (17/8/2016) menggelar hiburan organ tunggal. Acara tersebut dimulai pukul 20.00 WIB sampai dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Saat itu saya mendengar ada suara keributan seperti orang berkelahi, lalu saya mencoba melihat keributan tersebut,”ujarnya.

Begitu dilihatnya, kata Johan, korban Jupri saat itu sedang berusaha lari turun dari atas panggung organ tunggal. Taklama kemudian Jupri terjatuh saat berlari, ternyata Jupri sudah terkena tusukan di bagian punggungnya.

BACA: Jupri Ditusuk Hingga Tewas Justru Saat Lerai Perkelahian

“Jarak berlarinya Jupri dari panggung tersus jatuh, ada sekitar 300 meter jaraknya. Tapi saya tidak tahu persis, apa masalahnya sampai Jupri ini ditusuk hingga tewas,”terangnya.

Sementara menurut keterangan Aris Setiawan salah satu kerabat korban mengatakan, Jupri tewas dengan luka tusuk dibagian punggung, tepatnya didekat leher dan korban tewas saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bintang Amin.

“Korban Jupri ini panitia di acara itu, saat itu ada keributan dan Jupri mencoba melerai. Tapi malah Jupri yang jadi korban pengeroyokan, dan terkena tusukan sampai tewas. Bahkan adiknya juga, ikut terkena pukulan saat kejadian itu,”ucapnya.