Beranda Hukum Kriminal Polisi Ringkus Sopir Fuso dan Juru Parkir Pelaku Pembobolan Rumah

Polisi Ringkus Sopir Fuso dan Juru Parkir Pelaku Pembobolan Rumah

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya saat memperlihatkan barang bukti elektronik hasil curian yang dilakukan kedua tersangka Tatang dan Sauki alias Uki di Mapolresta Bandarlampung, Minggu (20/9).

BANDARLAMPUNG- Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus dua pelaku pencurian pembobolan rumah kosong (Rumsong) dirumahnya masing-masing, Sabtu (19/9) siang lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Kedua tersangka yang ditangkap adalah, Tatang (31) seorang supir fuso dan tersangka Sauki alias Uki (31) juru parkir keduanya merupakan warga Jalan S. Parman Kelurahan, Bandarlampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol dery Agung Wijaya mengatakan, kedua tersangka mencuri dirumah koran milik Ismalia warga Jalan S Parman, Kelurahan Pelita, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Selasa (8/9/2015) lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

“Tersangka Tatang dan Uki mencuri televisi dan seperangkat sound system, pada saat beraksi rumah korban sedang kosong karena ditinggal pergi pemiliknya bekerja. Kedua tersangka, tinggal tidak jauh dari rumah korban Ismalia yang mengontrak rumah di lingkungan sekitar,”kata Dery kepada wartawan, Minggu (20/9).

Dery mengutarakan, modus pencurian yang dilakukan kedua tersangka tersebut tergolong baru. Sebelum manjalankan aksinya, kedua tersangka mendata rumah yang biasa ditinggal pergi pemiliknya melakukan aktivitas. Lalu keduanya berkeliling melakukan pengintaian, yakni untuk memastikan penghuni rumah atau calon target korbannya pergi keluar rumah.

“Modus pencuriannya memang tergolong baru, tersangka mengintai aktivitas korban setiapkali korban pergi keluar rumah. Sehingga Tatang dan Uki ini, tahu dimana korban meletakkan atau menyimpan kunci pintu rumah saat ditinggal pergi,”terang Dery.

Pada saat pemilik rumah semuanya keluar rumah untuk bekerja, lanjut Dery, kedua tersangka saat itu juga mendatangi rumah korban Ismalia. Tersangka yang sudah mengetahui tempat kunci rumah korban disimpan, langsung mengambil kunci rumah itu dan dengan mudah membuka pintu rumah lalu mengambil barang-barang elektronik milik korban.

“Untuk membawa barang-barang hasil curian, Tatang dan Uki mangangkutnya menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Dari keterangan tersangka, mantan Kapolsek Natar Lampung selatan ini mengungkapkan, kedua tersangka mengakui perbuatannya dan baru sekali melakukan pencurian pembobolan rumah karena terdesak kebutuhan ekonomi. Barang-barang hasil curian, dijual tersangka sebesar Rp 1,2 juta dan uang hasil penjualan dibagi bersama dan uangnya sudah habis digunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Barang-barang hasil curian, sudah dapat kami amankan saat ini kami sita sebagai barang bukti. Perkara tersebut masih kami lakukan penyidikan dan penyelidikan intensif, yakni untuk mengetahui adanya TKP lain yang dilakukan para tersangka,”tandasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandarlampung. Keduanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Uang Hasil Jual Barang Curian, Buat Biaya Berobat Anak dan Bayar Sekolah

Dihadapan petugas, tersangka Tatang yang keseharian bekerja sebagai supir fuso mengatakan, ia mengakui mencuri barang elektronik dirumah korban bersama temannya Sauki alis Uki yang dikenalnya sekitar setahun lalu.

“Saya mencuri baru pertamakali, dan itu saya lakukan karena saya lagi butuh uang untuk biaya berobat anak yang sedang sakit,”ungkap Tatang.

Saat melakukan pencurian, Uki yang mengetahui dimana letak kunci rumah korban dan Uki juga yang mengambil kunci rumah itu. Setelah mendapat kunci rumah, ia dan Uki langsung masuk kedalam rumah korban dan mengambil barang-barang elektronik tersebut.

“Barang elektronik hasil curian itu dijual ketempat saudaranya Uki sebesar Rp 1,2 juta, uangnya langsung dibagi dua,”ucapnya.

Sementara menurut tersangka Uki, yang kesehariannya menjadi juru parkir juga mengaku baru sekali melakukan pencurian. “Saya juga baru sekali mencuri, uang hasil menjual barang curian dipakai untuk biaya sekolah anak saya,”ungkapnya.