BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Tiga pelaku judi koprok saat diperiksa di Polsekta Tanjungkarang Barat, Rabu (5/8/2015).

BANDARLAMPUNG-Petugas Polsekta Tanjungkarang Barat, menangkap tiga pelaku penjudi koprok di Jalan Raden Fatah (belakang Taman Budaya), Kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Selasa (4/8) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Ketiga pelaku yang yang ditangkap adalah, Peri Susanto (21) warga Jalan Raden Fatah, Gang Ciamis, Kelurahan Kaliawi, Efendi Saputra (21) dan Saiful Bahri (40) keduanya merupakan warga Kelurahan Palapa, Tanjungkarang Pusat.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Komisaris Heru Adrian mengatakan, penangkapan para pelaku judi koprok tersebut atas informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Raden Fatah (belakang Taman Budaya), Kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat ada salah seorang pelaku yang sedang menggelar judi koprok.

Mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung menindaklanjuti dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang menggelar judi koprok.

“Ditempat itu kami amankan tiga orang pelaku, satu pelaku bernama Peri Susanto sebagai bandar judi koprok dan dua pelaku lagi, Efendi Saputra dan Saiful Bahri keduanya sebagai pemasang taruhan. Ketiganya kami tangkap, hanya berjarak beberapa meter tidak jauh dari acara resepsi
khitanan,”kata Heru, Rabu (5/8).

Dari tangan para pelaku, kata Heru, berhasil disita sejumlah barang bukti berupa yakni tiga buah dadu, satu buah tatakan untuk mengguncang dadu, satu buah lapak yang terdapat gambar sesuai dengan dadu dan uang sebesar Rp 295 ribu.

“Guna pemeriksaan lebih lanjut, ketiga pelaku bersama barang bukti alat judi koprok dan uang yang digunakan sebagai taruhan dibawa ke kantor polisi,”ujarnya.

Heru menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, diakui tersangka Peri Susanto bahwa tersangka sudah sering menggelar judi koprok disetiap acara resepsi atau hajatan yang ada hiburannya seperti organ
tunggal diwilayah Kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat. Tersangka menerima pasangan uang dari para pemasangnya,  mulai dari Rp 5 ribuhingga Rp 20 ribu.

Setiap menggelar judi koprok, tersangka Peri ini menggelarnya jika ada warga yang mengadakan acara resepsi pernikahan dan khitanan dan ada hiburannya. Dari para pemasang, tersangka mendapat keuntungan sebesar Rp 100 ribu hingga 200 ribu,”terangnya.

Untuk menghindari kejadian serupa, Heru menghimbau kepada warga untuk segera melaporkan segala bentuk aksi perjudian atau tindakkriminalitas yang terjadi disekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Diimbau kepada masyarakat, jika mengetahui adanya perjudian atau aksikriminalitas segera laporkan kepada petugas Bhabinkamtibmas dilingkungan setempat,”imbaunya.

akibat perbuatannya, ketiga pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Tanjungkarang Barat dan dijerat dengan Pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

LEAVE A REPLY