Beranda Hukum Polres Lampura: Tersangka Pembobol Mesin ATM BRI Meninggal karena Aksi Massa

Polres Lampura: Tersangka Pembobol Mesin ATM BRI Meninggal karena Aksi Massa

BERBAGI
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Supriyanto Husin_ok
Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi– Polres Lampung Utara angkat bicara seputar penyebab kematian Iwan alias paksi (45), pelaku percobaan pembobolan ATM Bank BRI Kali Umban, Kotabumi, Minggu malam (19/6).Menurut Kasat Reskrim Polres, AKP. Supriyanto Husin, penyebab meninggalnya almarhum dikarenakan sejumlah pukulan yang dilakukan warga saat memergoki almarhum dan kawannya beraksi di ATM tersebut.

“Almarhum Iwan meninggal akibat aksi amuk massa yang memergoki mereka saat beraksi,”‘ kata dia, di Mapolres, Senin (20/6).

Supriyanto menceritakan, sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi pada Senin (20/3) sekitar pukul 03:35 WIB, almarhum mengeluh sakit di bagian dada saat menjalani pemeriksaan. Mendengar keluhan itu, pihaknya segera melarikan pelaku ke RS. Yang bersangkutan sempat mendapat pertolongan medis namun ternyata nyawanya tak dapat tertolong.

“Pelaku sempat mendapat pertolongan pihak medis. Tapi, tak lama kemudian yang bersangkutan meninggal,” katanya.

Sementara mengenai hasil pemeriksaan sementara terhadap Iwan sebelum meninggal dan Bambang Andrianta (27), Supriyanto mengatakan diduga kuat mereka merupakan komplotan spesialis pembobol ATM lintas provinsi.

Hal ini diperkuat dengan ditemukannya sejumlah pesan singkat pada kedua tersangka seputar lokasi – lokasi mana saja yang akan menjadi target mereka.

‎”Semuanya masih dalam pengembangan termasuk rekan pelaku yang berinisial A yang kini dalam pengejaran,” papar Supri.‎

Iwan (45) alias Paksi, salah s‎atu pelaku upaya pembobolan mesin ATM Bank BRI Unit Kali Umban, Kotabumi, Lampung Utara dikabarkan meninggal dunia di dalam sel tahanan Polres, Senin subuh (20/6).‎

‎Menurut keterangan penjaga kamar jenazah RSUD, jenazah Iwan dibawa oleh anggota Polres Senin (19/6) sekitar pukul 05:00 WIB. Saat pertama kali tiba di RSUD, kondisi Iwan memang telah tak bernyawa.

“‘Sampai sini (RSUD), sudah jadi mayat. Yang bawanya ke sini, anggota Polres,” terangnya.‎

Jenazah Iwan terdapat sejumlah lebam di berbagai siku tangan kiri, kedua lutut kaki, dan hidung.