BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Para tersangka yang berhasil ditangkap Polresta Bandarlampung dan jajarannya selama Operasi Sikat Krakatau 2015 dikumplkan di halaman Mapolresta Bandarlampung, Jumat (22/5).

BANDARLAMPUNG – Selama Operasi Sikat Krakatau 2014, 4-18 Mei 2015, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bandarlampung dan Polsek se-Bandarlampung berhasil menangkap 35 orang tersangka pelaku tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Selain itu, polisi juga menyita 12 pucuk senjata api rakitan,  72 butir peluru, dan  Air Sofgun.

“Mereka terlibat dalam 40 kasus. Dari 35 orang tersangka yang diamankan, 15 orang tersangka masuk dalam target operasi (TO) dan 20 orang tersangka lainnya merupakan non-TO,” kata Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Dwi Irianto didampingi Waka Polresta AKBP Bobby Marpaung, saat mengekspose perkara, di Mapolresta Bandarlampung, Jumat (22/5).

Menurut Kapolresta,  perkara TO yang diungkap sebanyak 14 kasus; terdiri atas sembilan kasus curat, dua curanmor, dan tiga kasus curas. Untuk perkara non-TO, polisi mengungkap sebanyak 26 kasus. Tiga  di antaranya adalah kasus kepemilikan senjata api, tiga kasus senjata tajam, 16 kasus curat, dua kasus curas, satu kasus curanmor dan satu kasus penyerahan senjata api dan amunisi.

“Jumlah barang bukti yang diamankan ada 115. Antara lain senjata api rakitan sebanyak 12 pucuk. 39 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm, 33 butir amunisi aktif, tiga bilah senjata tajam, tujuh unit sepeda motor, empat buah kunci letter T, satu buah tang besar pemotong besi dan beberapa barang bukti lain hasil dari kejahatan,” kata Dwi/.

Kapolresta mengaku, untuk memberanta tindak  kriminal di  Kota Bandarlampung pihaknya tidak hanya melakukan saat Operasi Sikat Krakatau.  Di luar Operasi Sikat Krakatau, kata  Dwi Irianto,  pihaknya  tetap terus memberantas  tindak kejahatan.

“Jadi tidak hanya pelaku C3 saja yang kita tindak, pelaku narkoba pun kita tindak karena ini memang sudah menjadi atensi atasan untuk memberantas peredaran narkoba. Begitu juga dengan tindak kejahatan lainnya, hal ini dilakukan intuk memberikan rasa aman masyarakat Kota Bandarlampung,”katanya,

LEAVE A REPLY