Beranda Hukum Kriminal Polresta Bandarlampung Tangkap Tiga Anggota Komplotan Penadah Truk Curian di Wonosobo-Jateng

Polresta Bandarlampung Tangkap Tiga Anggota Komplotan Penadah Truk Curian di Wonosobo-Jateng

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

 Suwito (paling kanan),Yanto (tengah ), dan Asep (kiri) saat berada di ruang pemeriksaan Resmob Polresta Bandarlampung, Rabu (5/8).

BANDARLAMPUNG —Tiga tersangka Komplotan penadah dan pengantar truk fuso dan tronton hasil curian lintas provinsi, dibekuk petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung di daerah Selomerto, Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (4/8) sekitar pukul 08.00 WIB.

Ketiga tersangka yang ditangkap adalah, Suwito (49), Yanto (49) keduanya warga Wonosobo, Jawa Tengah dan Asep (33) warga Tasik, Bandung, Jawa Barat. Barang bukti yang berhasil disita polisi, satu unit kendaraan truk engkel warna kuning plat nomor D 8218 ET dan satu unit mobil Honda HRV warna merah.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Komisaris Dery Agung Wijaya mengatakan, penangkapan ketiga tersangka, Suwito, Yanto dan Asep ini merupakan hasil pengembangan dari para tersangka yang sebelumnya sudah tertangkap lebih dulu. Ketiga tersangka yang ditangkap ini, merupakan sebagai penadah dan pengantar truk hasil curian.

“Ketiganya ditangkap di daerah Selomerto, Wonosobo, Jawa Tengah di showroom milik tersangka Suwito. Saat akan ditangkap, petugas sempat terkecoh dengan modus tersangka yang berkedok membuka showroom mobil. Dari tangan mereka, disita truk engkel warna kuning plat nomor D 8218 ET dan satu unit mobil Honda HRV warna merah,” kata Dery kepada wartawan, Rabu (5/8).

Dery menjelaskan, Suwito dan Yanto ini keduanya yang menampung truk hasil curian yang dibawa oleh tersangka Asep. Lalu keduanya menjual truk curian itu, kepada orang lain. Bahkan tersangka Suwito, pernah menjual menjual truk hasil curian itu ke luar negeri.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 480 KUHPidana tentang pertolongan jahat atau penadah dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal empat tahun penjara.