Beranda Hukum Kriminal Prarekonstruksi II, Inilah Menit ke Menit Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati

Prarekonstruksi II, Inilah Menit ke Menit Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com


Camelia memegang balok kayu untuk memukul korban. 

BANDARLAMPUNG – Dikawal ketat aparat kepolisian dari Polresta Bandarlampung, tersangka Camelia menunjukkan 41 adegan dalam prarekonstruksi kedua ketika dirinya membunuh M.Sofyan, Kepala Bagian Universitas Malahayati (Unimal) Lampung, di rumah kos tersangka di Jalan Sumur Putri Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Selasa (22/9) sekitar pukul 10.30 WIB.

Dalam prarekonstruksi kedua tersebut, adegan pertama dimulai dari depan kantor Kelurahan Sumur Putri yang berada di depan jalan setapak menuju kamar kos Camelia. Disana, Camelia beradegan sedang menunggu kedatangan Sofya di depan mushola yang berjarak beberapa meter saja dari kamar kosnya.

Setelah itu, Camelia mengajak Sofyan menuju kamar kos. Lalu,Camelia mempersilakan  Sofyan untuk masuk. Ketika berada di dalam kamar, sempat terjadi beberap  teggen. N adegan. Hingga akhirnya Camelia memeragakan adegan ranjang bersama Sofyan. (Baca: Ada Ketidaksesuaian Prarekonstruksi dengan BAP).

Sempat terjadi adu mulut antara korban dengan tersangka.  Hal itu karena korban menolak memberikan uang kepada tersangka. Karena kesal, Camelia menghubungi oknum TNI Prada Dadi untuk datang dan ikut terlibat adumulut dengan korban hingga berujung adu jotos.

Panik melihat Prada Dadi terjatuh saat dihantam oleh Sofyan, Camelia keluar kamar dan mengambil satu buah balok kayu. Lalu balok kayu tersebut dihantamkan kewajah Sofyan berkali-kali hingga akhirnya korban pingsan. Camelia kemudian menuju kamar mandi untuk mencuci tangan, dan
menyembunyikan balok kayu yang telah dipakai untuk memukul Sofyan.

Melihat korban tersungkur, Prada Dadi mengikat tubuh Sofyan dan menutup mulutnya menggunakan lakban hitam. Usai melakukan perbuatan itu, Dadi pergi dari kamar kos. Sedangkan Camelia ke rumah Nedi (pemilik kos) untuk mengambil fotocopy KTP miliknya.

Pada adegan terakhir, Camelia kemudian kembali masuk ke dalam kamar untuk membereskan pakaiannya, membawa tas, dan pergi dengan menggunakan mobil Daihatsu Sirion ungu bernomor polisi BE 2907 YD, yang kini telah berganti nopol menjadi T 1695 DH milik korban.