Beranda Hukum Kriminal Preman Pemalak Sopir Truk Ditangkap Tekab 308 Polda Lampung

Preman Pemalak Sopir Truk Ditangkap Tekab 308 Polda Lampung

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto , memberikan keterangan tentang penangkapan dua preman pemalak sopir truk, Minggu (28/8/2016).
Share Thiis
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung menangkap dua orang preman pemalak para sopir truk di Jalan Soekarno Hatta (Bypass), Bandarlampung,  Jumat (26/8/2016) lalu. Keduanya ditangkap saat polisi menggelar razia premanisme.

Kedua preman yang ditangkap tersebut adalah Agus Saputra (22) warga Jalan Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, dan Khairul Gani (38) warga Jalan Teluk Ambon, Gang Rajawali, Kelurahan Pidada, Panjang, Bandarlampung.

Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto, mengatakan petugas menangkap kedua preman itu diduga sering melakukan pemalakan terhadap para supir truk yang melintas disepanjang Jalan Soekarno Hatta (Bypas) Panjang- Rajabasa.

“Razia premanisme ini dilakukan untuk menindaklanjuti informasi masyarakat dan laporan para sopir truk yang resah dengan aksi pemalakan yang dilakukan oleh preman,”kata Ruli, Minggu (28/8/2016).

Pada saat digelar razia, kata Ruli, petugas mengamankan dua orang preman, Agus Saputra dan Khairul Gani sedang duduk diatas sepeda motor di tempat sepi. Saat digeledah, kedunya membawa senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya petugas langsung menangkap keduanya.

“Polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dan pisau serta satu unit sepeda motor,”ungkapnya.

Dikatakannya, senjata tajam yang disita tersebut, digunakan keduanya untuk melakukan pengancaman terhadap para sopir truk.

“Keduanya disinyalir kerap melakukan pemalakan dan pengancaman terhadap para sopir,”terangnya.

Menurutnya, saat ini kasusnya masih dilakukan pendalaman untuk penyelidikan lebih lanjut.

BACA JUGA:

loading...