Beranda Lingkungan Pulau Sumatera Masih Dikepung 197 Titik Api

Pulau Sumatera Masih Dikepung 197 Titik Api

BERBAGI
Kebakaran di lahan gambut di hutan wilayah Sumatera Selatan (ilustrasi/dok mongabay.com)

PEKANBARU, Teraslampung.com — Hingga Sabtu (24/10), masih terdapat 197 titik api di sekujur Pulau Sumatera. Data di Badan Klimatologi, Metereologi, dan Geofifika (BMKG) Riau menyebutkan 197 titik api itu terbanyak terdapat di Sumatera Selatan (180 titik), Lampung (1 titik), Jambi (9 titik), dan Riau (7 titik).

Jumlah itu sebenarnya menurut drastis dibanding data pada awal Oktober 2015 lalu. Saat itu di Sumatera terdapat 352 titik api.

Baca: Terbanyak di Sumsel, Ada 352 Titik Panas di Pulau Sumatera

“Untuk Riau sendiri titik hotspot dengan tingkat kepercayaan di atas 70% atau terpantau 5 titik, yaitu di Pelelawan satu titik dan sisanya di Indragiri Hulu dengan 4 titik,” ujar Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sugarin, Sabtu (24/10/2015), seperti ditulis media sindikasi teraslampung.com di Pekanbaru, riauonline.co.id.

Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah Riau. Pagi ini sebagian besar wilayah Riau jarak pandang kurang dari 500 meter yakni Rengat 200 meter, Dumai 100, Pelelawan 100 dan Pekanbaru 200 meter.

Jarak pandang yang terbatas membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru lumpuh tiga hari belakangan.

Baca:  Empat Titik Api Terpantau di Lampung Utara

“Selama sebulan ini penerbangan sudah lumpuh selama 7 kali. Tapi 3 hari belakangan ini bandara lumpuh secara berturut-turut tanpa ada satupun penerbangan,” ujar Staf Airport Duty Manager Bandara SSK II, Ibnu Hasan.

Data itu berbeda dengan data BMKG Lampung, yang mencatat adanya 36 titik api di Lampung.

Di Lampung sendiri sejak dua terakhir kabut asap sudah mulai terlihat di sejumlah wilayah. Antara lain di Lampung Barat, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji, Lampung Timur, bahkan Waykanan,Pesawaran,Metro, dan sebagian Bandarlampung.