Beranda Hukum Kriminal Rusuh Lampung Utara: Dua Tersangka Bunuh Anak SD karena Iming-Iming Uang Rp...

Rusuh Lampung Utara: Dua Tersangka Bunuh Anak SD karena Iming-Iming Uang Rp 10 Juta

BERBAGI
Rekonstruksi pembunuhan M. Jaya Putra: Setelah meninggal korban dimasukkan ke karung,

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI– Dalam rekonstruksi pembunuhan M,Jaya Pratama (MJP) yang memicu keruusan di Desa Sukadan Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, Kamis (4/2/) terungkap gelap mata karena dendam kesumat tersangka G kepada Johansyah — ayah kandung MJP– membuatnya memberi order kepada Marsudi untuk menghabisi korbam.

Sementara itu, Marsudi dan Nurhadi menerima order membunuh anak yang masih duduk di bangku kelas lima SD itu semata-mata karena gelap mata akan mendapatkan uang Rp 10 juta. Keduanya tidak menaruh rasa itu kepada korban yang masih berusia 13 tahun itu.

Demi mendapatkan uang, kedua pelaku keesokan harinya embali mendatangi lokasi eksekusi. Keduanya membuka karung yang berisikan jenazah korban. Marsudi kembali memukul dada korban sebanyak dua kali dengan batang kayu. Sementara, Nurhadi menyayat lengan kiri, pipi kanan dan kiri serta paha kanan korban dengan pisau yang dibawanya.

Saat reka adegan ke-19-20, kedua tersangka sempat berdebat. Marsudi menyatakan yang menyayat korban hanya Nurhadi. Sedangkan, Nurhadi mengatakan rekannya juga sempat menyayat korban. Setelah itu, keduanya memasukkan kembali korban ke dalam karung. Keduanya lantas menceburkan korban ke dalam lebung (kolam,red) untuk ditenggelamkan. Kedua pelaku kembali mendatangi lokasi pada Jumat (29/1) sekitar pukul 09:00 WIB.

Nurhadi sempat membuka baju sebelum menyelam ke dalam kolam untuk mencari karung yang berisikan jenazah korban. Karung yang berisikan jenazah itu kemudian diangkat ke darat dan dibuka untuk melihat kondisi korban. Setelah itu, korban kembali ditenggelamkan. Semua itu dilakukan oleh Nurhadi. Sedangkan Marsudi hanya mengawasi dari darat.

Pada Sabtu (30/1), sekitar pukul 16:00 WIB, Marsudi mengambil uang di ATM di sekitar pabrik gula Bunga Mayang sebesar Rp4 juta. Uang itu diserahkannya kepada Nurhadi di rumah Nurhadi.

Saat jenazah korban ditemukan pada Selasa (2/2) sekitar pukul 09:00 WIB, kedua pelaku bersembunyi di dalam kebun tebu. Pelarian kedua pelaku akhirnya terhenti saat diamankan Polres Lampung Utara pada Rabu (3/2).