Beranda Pendidikan SDN 1 Palapa pada Era Tachrir sebagai Kepala Sekolah (2011): Mendidik Siswa...

SDN 1 Palapa pada Era Tachrir sebagai Kepala Sekolah (2011): Mendidik Siswa dengan Hati*

BERBAGI
Para siswa SDN 1 Palapa sedang belajar di dalam kelas.

Mas Alina Arifin

BANDARLAMPUNG—Meskipun termasuk tua, bangunan SDN 1 Palapa, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, terlihat begitu rapi. Bangunan sekolah yang berdiri di jantung Kota Bandarlampung itu memang agak sedikit buram karena cat yang mulai memudar dimakan waktu. Namun, keasrian dan kebersihan tampak terlihat jelas. Beberapa pohon peneduh tampak menghiasi sudut halaman. Aneka bunga di dalam pot yang ditaruh berjejer di sepanjang koridor sekolah membuat lingkungan sekolah bertambah asri.

Meski tidak luas, SDN 1 Palapa memiliki lapangan untuk olahraga dan bermain para siswa saat jam istirahat. Di dinding depan sekolah tampak sebuah spanduk bertuliskan “Sekolah Gratis”. Tulisan itu menyiratkan bahwa pengelola sekolah ini berusaha jujur sehingga para orang tua tak perlu ragu menyekolahkan anaknya di SDN 1 Palapa.

Kepala Sekolah SDN 1 Palapa Tanjungkarang Bandarlampung, Tachrir S.I.P, mengaku sekolah yang dipimpinnya sejak Agustus tahun 2007 memang benar-benar menerapkan pendidikan gratis bagi seluruh siswanya. “Pendidikan gratis itu berlaku bagi semua siswa tanpa memandang status sosial mereka,” kata Tachrir.

Pendidikan gratis, menurut dia, memang harus benar-benar diterapkan sebagaimana mestinya jadi bukan hanya slogan yang membentang di spanduk saja, tetapi juga harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Gratis, ya, gratis. Artinya tidak ada bayaran, iuran, atau sumbangan apapun yang dipungut sekolah kepada wali murid. Tidak ada pungutan untuk ambil rapor dan ijazah. Tidak ada pungutan untuk membangun kelas baru atau untuk mengecat gedung sekolah,” jelas dia.

Menurut Tachrir tidak adanya pungutan menyebabkan SDN 1 Palapa diminati banyak orang tua siswa, terutama orang tua siswa dari golongan menengah ke bawah. “Banyak murid di sini  yang orangtuanya bekerja sebagai tukang ojek, buruh cuci, dan pedagang pinggir jalan. Bisa dikatakan bahwa 75 persen orang tua siswa tergolong kurang mampu,” ujarnya.

Dua tempat sampah: organik dan nonorgamik.

Tentang kedisiplinan, Tachrir mengaku pihaknya menerapkan disiplin waktu jam masuk, kedisiplinan dalam pakaian, dan kedisiplinan dalam belajar. Bila ada murid yang terlambat datang kesekolah, para guru tidak akan memberi hukuman fisik seperti menjewer telinga, memukul, dan menjemur. Hukuman yang diberikan cukup dengan kata-kata berupa teguran, atau kalau tidak kami menyuruh mereka berbaris untuk tahlilan dan membaca surah Al-Fatihah.

“Soal berpakaian, kami tetap akan menegur bila ada murid yang memakai seragam tidak rapih karena belum disetrika. “Kami akan menegur dengan kata-kata apabila ada siswa yang tidak disiplin waktu dan berpakaian. Hal ini diterapkan sama kepada semua murid,” jelas dia.

Di samping menerapkan berbagai disiplin, sekolah ini juga menjunjung tinggi arti kejujuran. Apabila ada siswa yang menemukan barang-barang orang lain mulai dari handphone, uang dan lainnya, maka siswa itu akan melaporkan hal tersebut kepada kepala sekolah.

Selanjutnya kepala sekolah akan mengumumkan melalui pengeras suara tentang penemuan barang-barang yang tersebut. Untuk menjaga kebersihan, ada petugas kebersihan yang menyapu lingkungan sekolah tiga kali sehari. Murid-murid juga diajari menjaga kebersihan, yaitu dengan mengajari mereka membuang sampah pada tempatnya dan membedakan mana  sampah organik dan anorganik.

“Pembedaan jenis sampah itu penting agar murid-murid tahu mana sampah yang mudah diolah dan sangat sulit diolah. Dari situ siswa juga bisa belajar,” ujarnya

Dengan jumlah siswa mencapai 996 sementara ruang belajar yang 17 buah, terpaksa sekolah membagi waktu belajar menjadi pagi dan sore. Dengan jumlah siswa per kelas dalam kisaran 35 – 38 siswa, total ada 30 kelas di SDN 1 Palapa. Mereka dibimbing oleh 24 guru PNS dan 21 guru honorer. Fasilitas yang dimiliki sekolah berupa lapangan olahraga dan mushola.

Prestasi yang pernah diraih SDN 1 Palapa termasuk bagus. Antara lain pernah jadi Juara III Pencak Silat Putra tahun 2010, Juara II Catur Putri 2010, dan juara I catur putra 2010. Selain itu juga Juara I Lomba Hiking se-kota Bandarlampung untuk siswa putra pada 2011, Juara III Lomba Cerdas Cermat Telkomsel 2010, serta  Juara II dan III lomba lukis yang dilaksanakan PMR SMP PGRI 3.

Tachrir, S.Ip.

Bukan karena prestasi itu yang membuat para orang tua menyekolahkan anaknya di SDN 1 Palapa. Para orang tua siswa tidak ragu menyekolahkan anaknya di sekolah ini karena mereka yakin para gurunya bertanggung jawab untuk mendidik murid-muridnya. Para murid dibimbing dengan hati dan keteladanan.

* Tulisan ini didedikasikan untuk almarhum Bapak Tachrir, S.Ip, kepala sekolah SDN 1 Palapa yang menerapkan transparansi pengelolaan dana BOS di sekolahnya. Tulisan pernah dimuat di majalah Sapu Lidi terbitan Komite Anti Korupsi.


Tulisan Terkait: Tachir, S.Ip: Tak Perlu Takut untuk Transparan