Beranda News Nasional Sebanyak 13 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

Sebanyak 13 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

BERBAGI
Panglima TNI memberikan ucapan selamat kepada para pati yang baru saja mendapatkan kenaikan pangkat.

TERASLAMPUNG.COM — Sebanyak 13 perwira tinggi TNI mendapatkan kenaikan pangkat, Selasa (4/10/2016). Mereka terdiri atas 7 pati AD, 3 pati AL, dan 3 pati AU.

Saat menjadi pemimpin upacara kenaikan pangkat 13 pati di Kantor Panglima TNI, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016)., Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan keberhasilan melaksanakan tugas membuat reputasi individu dan satuan layak diapresiasi.

“Di manapun prajurit TNI bertugas, kata Panglima TNI, pantas untuk  mendapat pengakuan dan layak diapresiasi sehingga ini merupakan salah satu kriteria untuk mencapai pangkat Perwira Tinggi,” katanya.

Adapun 13 Perwira Tinggi (Pati) TNI yang naik pangkat, terdiri dari : 7 Pati TNI AD, yaitu Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P (Pangdiv-2 Kostrad), Mayjen TNI Suko Pranoto (Danpuspenerbad), Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, S.I.P. (TA. Pengajar Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas), Brigjen TNI Satrio Herianto, S.I.P. (Pati sahli Kasad Bid. Ideologi dan Politik), Brigjen TNI Oerip Soekotjo (Pa Sahli Tk. II Wassus Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI), Brigjen TNI Danny Gaothama, S.H. (Kabinda Jawa Barat BIN) dan Brigjen TNI Moh. Hatta Usmar Rukka (Bandep Lingkungan Pemerintahan Negara Setjen Wantannas).

3 (tiga) Pati TNI AL, yaitu Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr (Han). (Danguspurlaarmatim), Laksma TNI B. Ken Tri Basuki, M. Si. (Han). (Kadisminpersal) dan Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suarya (Kadispotmar), serta 3 (tiga) Pati TNI AU, yaitu Marsda TNI Gutomo, S.I.P (TA/ Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas), Marsda TNI Suwardi Mihardja, M.D. (Sahli Bid. Ketahanan Nasional Kemenko) dan Marsma TNI R. Ismet Ismaya Saleh (Dirdik Kodiklat TNI).
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, ini merupakan suatu hal yang patut dibanggakan dengan capaian yang didapat, namun jangan sampai berlebihan dan jangan berhenti sebagai sebuah kebanggaan semata.

“Ingat, masih ada tantangan yang lebih besar, yakni bagaimana bisa mempertahankan reputasi dan bahkan untuk lebih meningkatkan lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, terkait menjaga reputasi diperlukan waktu yang lama untuk dibangun, akan tetapi bisa saja sekejap reputasi itu bisa sirna. Oleh karena itu, jagalah reputasi karena di situ pangkat, jabatan, dan kehormatan dipertaruhkan. “Laksanakan setiap tugas dengan sebaik mungkin dan jaga diri maupun kesatuan untuk tidak terjerumus pada hal-hal negatif sekecil apapun,” tegasnya.

Semakin tinggi pangkat para perwira, pasti dituntut untuk lebih arif dalam bersikap, bijaksana dalam setiap mengambil keputusan, penuh dedikasi dan integritas diri sebagai seorang perwira. Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kalimat itu sangat mudah diucapkan, namun pelaksanaannya tidak semudah membalik telapak tangan.

“Semua memerlukan perjuangan dan konsistensi, karena di kancah itulah seorang Perwira akan diuji kualitas, integritas dan kapabilitas keperwiraannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan bahwasanya salah satu program pemerintah terkait Program Amnesti Pajak harus didukung bersama-sama.

“Tentara Nasional Indonesia wajib mendukung dan menyukseskan program Amnesti Pajak yang telah berjalan,” tegasnya.

“Pemerintah saat ini telah menerapkan langkah khusus repatriasi kebijakan Amnesti Pajak, sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi Warga Negara Indonesia yang ingin mengalihkan harta yang dimilikinya dalam bentuk Pengampunan Pajak (Tax Amnesty),” ungkap Panglima TNI.

BACA JUGA: