Beranda Ruwa Jurai Sidak Dewan Pringsewu: Saat Pupuk Langka di Pasaran, Pupuk Menumpuk di Gudang

Sidak Dewan Pringsewu: Saat Pupuk Langka di Pasaran, Pupuk Menumpuk di Gudang

BERBAGI
Pupuk bersubsidi (ilustrasi)

PRINGSEWU, Teraslampung.com –Sulitnya petani mencari pupuk pada musim tanam ini,  Komisi II DPRD kabupaten Pringsewu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) mengecek ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang milik PT Pupuk Sriwijaya di Pekon Sidoharjo kecamatan Pringsewu  dan PT Petrokimia Gersik di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Senin (12/1).

Hasil sidak menemukan fakta mengejutkan: pupuk menumpuk di gudang, padahal  di pasaran pupuk tidak ada.

Rombongan sidak yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pringsewu, Nurul Ikhwan didampingi sekretaris Johan Aripin dan beberapa anggota serta dari Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu.

Sekretaris Komisi II DPRD Pringsewu, Johan Arifin, mengatakan sidak dilakukan karena pada saat petani membutuhkan pupuk, pupuk justru menghilang di pasaran. “Faktanya, di gudang pupuk itu menumpuk dan didistribusikan. Pasti pemilik gudang tahu berapa ton kebutuhan pupuk bersubsidi dan berapa sisa tonase yang belum disalurkan di kabupaten Pringsewu,” kata Johan.

Nggak mungkin kalau tidak  ada data dari tingkat pusat ke provinsi. Untuk itu kita besok akan panggil dinas pertanian bersama tiga pihak distributor pupuk bersubsidi di Pringsewu untuk menjelaskannya kelangkaan pupuk dimusim rendeng ini,” Ujar Johan Arifin.

Sementara itu, Kepala Gudang Pusri di Pekon (Desa) Sidoharjo, Feriyanto menjelaskan pihaknya dalam prosedur pekerjaaan  hanya penyimpanan barang masalah penyaluraan tidak mengetahui.

“Jadi, distributor langsung sistem secara online melengkapi dokumen RDKK disampaikan  ke pusat ditembuskan ke kantor di Tanjung karang. Yang jelas menganlisis disetujui atau tidaknya di kantor pusat. Digudang ini bila mereka sudah disetujui, distributor membayar transfer dan didata kami langsung keluarkan nilai tonase,”kata dia.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan, Jatiwan, mengatakan penyaluran pupuk bersubsidi secara tertutup hanya untuk petani yang sesuai RDKK dengan luas lahan kurang dari dua hektare.

“Usulan RDKK didampingi penyuluh seluruh kelompok tani berhak menerima pupuk subsidi. Kalau kebutuhan normatifnya lansung turun ke petani,”ucapnya.

Menurut Jatiwan,  alokasi pupuk subsidi urea di bulan Januari 2015 sesuai SK Bupati posisi selalu lebih berkurang dibandingkan dari tahun 2014 lalu.”Alokasi RDKK pupuk urea SK bupati tahun 2014 dari 9.246 ton baru terserap terealiisasi 8857 ton. Sedangkan sisa 389 ton pupuk urea tidak tersalur ke petani mungkin ini yang ditanyakan ke mana,”kata dia.

Dikatakan Jatiwan, bahwa untuk pengawasan distribusi pupuk bersubsidi memiliki tim verifikasi dan validasi di tingkat kecamatan.

“Kami punya tim verifikasi kecamatan mengcek input dan out pupuk urea di kios yang sudah terserap berapa. Untuk kebutuhan pupuk subsidi bulan Januari di Pringsewu 225 ton yang terbagi atas lima sektor baru ditebus distribtor pupuk Petrokimia 90 ton dikirim empat hari lalu,”pungkasnya.