Beranda Views Kopi Pagi Surat Mukiyo untuk Mukidi: Cinta Allah, Cinta Dunia

Surat Mukiyo untuk Mukidi: Cinta Allah, Cinta Dunia

BERBAGI

Mukidi yang baik, semoga kamu sekeluarga selalu sehat dan bisa menikmati Idul Adha bersama keluarga di kampung halaman. Aku pun di sini baik-baik, sukses bermalam di Arafah dan melempar jumrah aqobah. Juga sukses berselfie ria sambil memperolok Ahok yang go blog.

Nggak kusangka, ternyata ibadah haji itu asyik. Bagi politisi cum pengusaha besar seperti saya, ibadah haji adalah pakansi indah. Semuanya nyaman: hotel berbintang, makanan enak-enak, dan bisa berselancar ria di dunia maya. Saya pun masih bisa menyerang Ahok, Jokowi, Mat Slompret, Cak Lawang, dan semua orang yang nggak kusukai karena beda haluan politik dan ideologi. Ibadah haji dengan sangu guedi itu enak…gila….

Maka dari itu, Mukidi yang baik, kapan-kapan kamu kuajak ibadah haji. Biar kamu naik kelas dan nggak melulu seperti sekarang. Apa enaknya miskin terus-terusan dan jualan cocot?, #eh, aku juga ding.… Btw ini serius Muk, tahun depan kalau kamu mau akan kuajak jalan-jalan ke Tanah Suci. Kita umroh bareng. Kamu jangan khawatir soal ongkos dll. Ajak pula anak istrimu. Jangan pula kau khawatir enggak bisa bikin lucu-lucuan. Asal kamu punya sedikit otak dan punya gadget yang nggak canggih-canggih amat, kamu bisa enjoy menikmati wisata ruhani di sini….

Di negeri jauh ini kita bisa mempraktekkan dua hal sekaligus: cinta Allah dan cinta dunia. Kita harus cinta Allah. Harus. Makanya, kalau memilih pemimpin yang bener. Harus seagama, harus yang bisa mengantarkan kita menuju surga. Yang beda sama kita, jangan ragu untuk menghajarnya.

Kalau takut menghajar pakek tangan kita, bisa pinjam tangan banyak orang. Asal kita punya banyak uang kita bisa beli buzzer. Tapi, emang sih, meski hasilnya sip markosip kalo pakek tangan buzzer kita kurang puas. Lebih baik pakek tangan kita sendiri: bikin status-status yang aduhai di Facebook dan rajin nge-share tautan-tautan berita dari media abal-abal yang memang dibikin untuk menangguk uang dari jualan isu, sentimen agama-ideologi, dan menyerang orang biar nyayok.

Waduh, sudah waktunya shalat zuhur nih…. gw mo shalat dulu ya? Nanti disambung lagi….

Kawanmu,

Mukiyo