Beranda Hukum Kriminal Sutriah Juga Cabut Paksa Gigi Anak Kandung dengan Tang

Sutriah Juga Cabut Paksa Gigi Anak Kandung dengan Tang

BERBAGI
Rekonstruksi Sutriah mencabut gigi anak kandunhgnya dengan tang,

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Selain menganiaya anak kandungnya dengan pisau panas, tersangka Sutriah ternyata juga melakukan penganiayaan lain yang tak kalah sadis. Ia mencabut paksa gigi anaknya (NR) dengan tang Hal itu terungkap dalam rekonstruksi kasus penganiayaan ibu kandung terhadap anak yang digelar Polres Bandarlampung, Selasa (29/3).

Pada adegan ke 27, Sutriah embali aniaya NR dengan mencabut giginya menggunakan alat tang. Namun, ia dan suaminya, Eko, selalu menutupi perbuatannyanya.

Pada salah satu adegan, memperlihatkan saat ada seorang tamu yang datang berkunjung kerumahnya. Lalu tamu tersebut, disuruh masuk ke ruangan tengah.

Pada saat yang sama, NR berada diruangan tersebut. Sutriah menyuruh NR masuk ke dalam kamarnya, dan mengurung NR di dalam lemari kamar.

“Jadi saat ada tamu yang datang kerumahnya, Eko dan Sutriah mengurung NR di dalam lemari kamar. Kedua tersangka sengaja menyembunyikan NR agar tidak ketahuan oranglain sering menganiay NR,”kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, Selasa (29/3/2016).

Penganiayaan tersebut terbongkar, setelah NR berhasil kabur melarikan diri dari rumahnya. NR keluar melalui pintu belakang dan terjun ke jurang, lalu NR berjalan menyusuri sungai di belakang rumahnya hingga sejauh 500 meter. Hingga akhirnya, NR sampai di sebuah masjid.

Salah seorang jamaah masjid yang hendak sholat subuh, melihat NR tertidur dibawah meja. Saat ditemukan, kondisi NR dalam keadaan pucat dan lemas serta banyaknya luka lebam ditubuhnya. Warga membawa NR ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda, lalu NR menceritakan kepada warga bahwa memiliki bibi bernama Sutinah.


SIMAK: Sutriah Tempelkan Pisau Panas dan Oleskan Balsem ke Alat Vital Anak Kandungnya

Selanjutnya, warga memberitahukan kondisi NR kepada Sutinah. NR menceritakan kepada Sutinah, apa yang dialaminya selama tinggal bersama Ibu kandung dan ayah tirinya. Mendegar cerita NR, akhirnya Sutinah melaporkan Eko dan Sutriah ke Mapolsekta Tanjungkarang Barat.

Dari hasil penyelidikan, polsi dapat menangkap Eko dan Sutriah dilokasi berbeda. Pertama polisi menangkap Sutriah di Kampung Kalibening, Talang Padang, Sabtu dinihari (28/2/2016) sekitar pukul
01.00 WIB. Pada pagi harinya, polisi kembali menangkap Eko Wuryanto di Desa Gayam, Lampung Selatan sekitar pukul 05.00 WIB.