BERBAGI
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya. menginrterogasi dua perampok yang beroperasi di beberapa provinsi.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, mengutarakan saat melakukan aksi perampokan, tersangka Andi dan Badri terbilang sadis terhadap korbannya. Komplotan mereka (tersangka) yang berjumlah empat orang tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

“Salah satu aksi perampokan para tersangka, korbannya adalah seorang bos tempe bernama Sobirin, warga Suban, Lampung Selatan,”ujar Dery, Selasa (30/8/2016).

Dikatakannya, peristiwa perampokan itu, terjadi pada Selasa (23/8/2016) lalu sekitar pukul 04.00 WIB. Pada saat itu, korban mengendarai mobil Carry membawa barang dagangannya untuk dijual ke pasar-pasar yang ada di Bandarlampung.

Di perjalanan, kata Dery, tepatnya di Jalan Slusuban, Panjang. Mobil yang dikendarai Sobari, dihadang oleh mobil Avanza yang dikendarai oleh komplotan tersangka Andi Cs.

“Komplotan tersangka, mengaku sebagai anggota polisi yang sedang melaksanakan razia. Salah satu pelaku, menodongkan senjata api ke arah Sobirin,”ungkapnya.

Selanjutnya, para tersangka mengikat tangan dan kaki korban, tidak hanya itu saja mereka juga membekap mulut dan menutup mata korban menggunakan lakban hitam. Tersangka berinisial A dan N (DPO) memasukkan korban kedalam mobilnya, lalu tersangka Andi dan Badri membawa mobil korban.

“Korban sempat melawan saat akan dibawa, para tersangka memukuli kepala korban dengan gagang senjata api rakitan. Akibatnya, kepala korban mengalami luka dan bocor,”ucapnya.

Setelah korban tidak berdaya, para tersangka membuang korban Sobari di pinggir jalan Soekarno Hatta (Bypass), Way Halim dengan kondisi terikat. Lalu mereka membawa kabur mobil milik korban yang berisi barang dagangan, serta uang sebesar Rp 20 juta.

“Beruntung korban dapat melepas ikatan di tangan dan kakinya, lalu korban melaporkan kejadian perampokan tersebut ke Mapolresta Bandarlampung,”terangnya.

Berdasarkan laporan korban, kata Dery, dilakukan penyelidikan. Saat dalam penyelidikan, Tim Tekab 308 mengetahui keberadaan mobil korban dan salah satu tersangka berada di daerah Candimas, Natar, Lampung Selatan. Petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Andi, pada Minggu (28/8/2016) lalu.
Dari penangkapan Andi, petugas kembali menangkap tersangka Badri di tempat persembunyiannya di daerah Lampung Tengah.

“Penangkapan kedua tersangka, hanya berbeda jam saja. Namun saat dilakukan penangkapan, keduanya berusaha kabur dan melawan. Petugas terpaksa melumpuhkan kaki kedua tersangka dengan timah panas,”jelasnya.

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita satu unit mobil Carry warna biru tua B 1053 ZFB milik korban, satu unit mobil Avanza milik tersangka yang dipakai untuk melakukan aksi perampokan, satu pucuk senpi rakitan bersama enam butir amunisi, 10 bilah senjata tajam jenis pisau, tiga buah plat kendaraan, kunci letter T, ponsel, lakban hitam dan dompet bertuliskan polisi.

LEAVE A REPLY