Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Terkait Percekcokan, BK DPRD Lampung Utara Panggil Madri Daud dan Kadis PU

Terkait Percekcokan, BK DPRD Lampung Utara Panggil Madri Daud dan Kadis PU

BERBAGI
Madri Daud

‎Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Badan Kehormatan DPRD Lampung Utara memanggil Madri Daud (anggota DPRD) dan Syahbudin (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lampung Utara) terkait perseteruan keduanya di gedung DPRD pada Kamis (6/10/2016).

Sayangnya, hanya Madri Daud yang terlihat memenuhi panggilan yang dilayangkan oleh BK pada Senin pagi (10/10/2016‎). Sementara, Syahbudin yang dijadwalkan dipanggil pada pukul 14.00 WIB berhalangan hadir.

“Tadi pagi, kami sudah klarifikasi kepada Pak Madri Daud. Beliau menanggapi keterangan dari pak Syahbudin. Harusnya, hari ini, kami juga minta keterangan dari pak Syahbudin,” kata anggota BK, Herry Syarifudin‎ mendampingi Ketua BK, Muhlizar, Senin sore (10/10/2016).

Kepada BK, menurut Herry, ‎Madri Daud membantah sepenuhnya apa yang disampaikan oleh Syahbudin yang menyatakan bahwa cekcok mulut antara dirinya dengan yang bersangkutan dikarenakan persoalan pribadi sebagaimana yang dimuat di sejumlah media cetak dan online. Menurut versi Madri Daud, terusnya lagi, cekcok mulut antara mereka terjadi karena dirinya hanya menjalankan tugas dan fungsi pengawasan sebagai anggota DPRD.

“Beliau (Madri Daud) menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh pak Syahbudin itu semuanya tidak benar. Tapi, kami belum mengambil kesimpulan karena pak Syahbudin sendiri belum memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan,” paparnya.

‎Politisi asal Partai Nasdem ini mengatakan, pihaknya akan kembali memanggil Syahbudin untuk dimintai keterangan agar apa yang sebenarnya terjadi dapat diketahui dan dapat dicarikan solusi yang terbaik. Namun, jika yang bersangkutan (Syahbudin) kembali tak memenuhi panggilan mereka, maka pihaknya akan melakukan musyawarah bagaimana persoalan ini ‎dapat segera terselesaikan. Solusi yang terbaik harus dapat segera diambil karena persoalan ini tak hanya menyangkut “kehormatan” Madri Daud seorang melainkan juga menyangkut kehormatan lembaga DPRD dan juga Pemkab.

“Insya Allah, ‎kita akan panggilkan kedua, seandainya kalau dua kali dipanggil tetap enggak datang, akan kami musyawarahkan lagi bagaimana, supaya persoalan ini cepat clear (selesai),” urai dia.

‎Di tempat sama, Ketua BK mengatakan perseteruan antara Madri Daud dan Syahbudin harus segera diselesaikan karena sebagai mitra yang saling membutuhkan, tak seharusnya pihak eksekutif dan legislatif terus berseteru. Dengan demikian, persoalan ini harus segera diselesaikan dengan baik agar tak terus berkepanjangan dan demi kebaikan masyarakat Lampung Utara.

“Lucu dong, kalau eksekutif dan legislatif berseteru. Karena enggak elok diketahui oleh mas‎yarakat dan daerah lain. Tujuan pemanggilan ini hanya ingin mencari ‎solusi yang terbaik semuanya untuk kemajuan Lampung Utara,” katanya.‎

Sementara, Madri Daud ‎kembali menegaskan bahwa cekcok mulut antara dirinya dengan Syahbudin murni karena dirinya menjalankan tugas dan fungsi pengawasan sebagai anggota DPRD yang diatur dalam Undang – Undang nomor 17/2014 dan Tata Tertib DPRD nomor 16/2014. Yang bersangkutan dikabarkan jarang masuk kantor sehingga sebagai anggota Komisi I DPRD, ia memiliki tanggung jawab untuk menegur yang bersangkutan.

“Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai anggota DPRD, dalam hal ini pengawasan. Karena yang bersangkutan (Syahbudin) jarang masuk kantor‎. Jadi, sekali lagi, ini bukan karena permasalahan pribadi sebagaimana yang diyatakannya,” tandas Madri.