Beranda Hukum Kriminal Tiga Anggota Sindikat Pencuri Truk Dibekuk Polda Lampung di Blitang

Tiga Anggota Sindikat Pencuri Truk Dibekuk Polda Lampung di Blitang

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ketiga tersangka saat akan dibawa ke ruang pemeriksaan Ditreskrimum Polda Lampung
Tiga ersangka saat akan dibawa keruang pemeriksaan Ditreskrimum Polda Lampung, Selasa (29/9/2015).

BANDARLAMPUNG-Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung bekerjasama dengan Polres OKU Timur, meringkus Tiga orang pelaku sindikat pencurian truk di daerah Blitang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Selasa (29/9)
dinihari sekitar pukul 01.30 WIB.

Ketiga tersangka yang ditangkap adalah, Tarmizi (40) dan Surip (40) keduanya merupakan warga Desa Banyu Asin, Sumatera Selatan dan tersangka Sarno (40) Way Kanan.

Dari tangan ketiga tersangka, polisi menyita satu unit kendaraan truk pengangkut batubara hasil curian warna kuning dengan plat nomor BE 9420 CQ.

Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Ruli Adi Yunanto mengatakan, ketiga tersangka ditangkap ketika sedang membawa kendaraan truk hasil curian di Jalan daerah Blitang. Truk hasil curian tersebut, milik korban Felix Halim (26) warga Bandarlampung. (Baca: Polres Bandarlampung Ringkus 10 Tersangka Komplotan Pencuri Truk).

“Truk itu akan dibawa ketiga tersangka untuk dijual kepada penadahnya didaerah Palembang, Sumatera Selatan,”kata Ruli saat ditemui di kantornya , Selasa (29/9).

Ruli mengutarakan, pencurian truk pengangkut batubara tersebut terjadi bermula saat kendaraan truk sedang berada diparkirkan disalah satu Rumah Makan di daerah Baturaja, Sumatera Selatan, Minggu (27/9/2015) lalu.

“Truk itu dikendarai oleh TR, saat itu truk habis menaruh angkutan batubara didaerah Baturaja dan akan pulang ke Bandarlampung. Sopir truk mampir di Rumah Makan Bahuga, Way Kanan,”ujarnya.

Usai makan, lanjut Ruli, TR  keluar dan melihat truk yang dikendarainya sudah tidak ada ditempat parkiran. TR kemudian menghubungi Felix pemilik kendaraan, dan mengatakan kalau truknya
hilang dicuri. Mendapat laporan tersebut, Felix melaporkan kejadian itu ke Polda.

“Dari laporan Felix ini, kami lakukan penyelidikan bekerjasama dengan Polres OKU Timur. Hasil penyelidikan, diketahui truk curian itu berada di daerah Blitang, OKU Timur. Saat itu juga, tim Tekab 308 Polda diterjunkan dan langsung melakukan penangkapan tiga orang tersangka dan
menyita barang bukti truk hasil curiannya,”terangnya.

Ruli mengungkapkan, pihaknya mencurigai adanya keterlibatan dari sopir truk berinisial TR (30) warga Panjang, Bandarlampung dengan tiga tersangka yang sudah diamankan.

“Dugaan kami pencurian truk ini ada keterlibatan supir truk TR, sebab pasca kejadian TR hingga saat ini menghilang dan belum diketahui keberadaannya,”ungkapnya.

Hasil pemeriksaan sementara, Ruli menjelaskan, ketiga tersangka mengaku baru sekali melakukan pencurian dan mereka hanya menampung truk hasil curian itu saja. Pihaknya menduga, para tersangka lebih dari satu kali melakukan pencurian truk karena mereka (tersangka) adalah sindikat atau jaringan.

“Untuk peran ketiga tersangka ini, Tarmizi sebagai penadah barang hasil curian. Sedangkan tersangka Surip dan Sarno, turut serta dalam pencurian dan sebagai penghubung Tarmizi dengan penjual truk hasil curian. Para tersangka mengaku, membeli truk itu dari supir,”jelasnya.

Dikatakan Ruli, tersangka Tarmizi membeli truk hasil curian tersebut seharga Rp 72 juta. Usai transaksi dengan penjual, Tarmizi dan dua tersangka lain, Surip dan Sarno membawa truk itu untuk dijual kembali ke daerah Palembang. (Baca: Tim Antibandit Ringkus Dua DPO Spesialis Pencuri “Dump Truck” Lintas Kabupaten).

“Ketika dalam perjalanan menuju Palembang itulah, ketiga tersangka ditangkap petugas gabungan Tim Tekab 308 Polda Lampung dan Polres OKU Timur,”kata dia.

Ditambahkannya, kasus pencurian ini, masih dilakukan pengembangan. Pihaknya masih memburu para tersangka lain yang ikut terlibat dalam pencurian tersebut, menurutnya, para pelaku pencurian truk tersebut, merupakan jaringan atau sindikat.

“Untuk eksekutornya dan pelaku lain masih dalam pengejaran petugas, untuk penampung truk hasil curian, itu ada diwilayah Lampung dan di Sumatera Selatan,”tandasnya.

LEAVE A REPLY