Beranda Hukum Narkoba Tiga Anggota Jaringan Pengedar Narkoba Dibekuk

Tiga Anggota Jaringan Pengedar Narkoba Dibekuk

BERBAGI
Tersangka Singgih saat diperiksa di Mapolresta Bandarlampung, Senin (12/1).

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Tiga orang yang diduga anggota jaringan pengedar narkoba yang melakukan peredaran narkoba di wilayah hukum Mapolresta Bandarlampung, diringkus Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung di lokasi berbeda, Minggu (11/1).

Dari tangan ketiga tersangka, diamankan barang bukti berupa satu paket kecil sabu-sabu dan ganja yang disimpan di dalam kertas tisu. Satu paket kecil sabu-sabu didalam bungkus kotak rokok Sampoerna Mild, dan satu paket kecil sabu-sabu.

Ketiga tersangka yang diamankan Ario Widhiana (26) warga Kelurahan Margodadi, Metro Selatan, Metro ; Singgih Wijaya (22), mahasiswa  warga Gang Bambu Runcing, Kelurahan Mulyosari, Metro; Robertus Rendra Dwi Febrianto (23) warga Jalan Perum Wisma Mas, Kelurahan Beringin Raya, Kemiling Bandarlampung.

“Kami menangkap ketiga tersangka dilokasi berbeda, dan mereka merupakan satu jaringan kurir atau pengedar narkoba dan ketiga tersangka ini juga merupakan sebagai pemakai. Salah satu pengedar, Singgih Wijaya seorang mahasiswa Universitas Bandarlampung (UBL) semester tujuh jurusan hukum,” kata Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Yustam Dwi Heno, Senin (12/1).

Yustam menjelaskan, awalnya pihaknya melakukan penangkapan terhadap tersangka Ario Widhiatama ditempat kosan tersangka dijalan Soekarno Hatta, Kelurahan Rajabasa. Petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ditempat kosan tersangka sering dijadikan tempat untuk penyalahgunaan narkoba. dari informasi tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan dan penangkapan ditempat dimaksud.

“Rio kami tangkap dikosannya, saat digeledah di tempat kosannya barang bukti satu paket kecil daun ganja dan satu paket sabu-sabu ditemukan diatas figura dengan terbungkus tisu. Saat penggeledahan, disaksikan dan melibatkan seorang penjaga kontrakan,”kata dia.

Dari keterangan tersangka, sambung Yustam, bahwa barang haram itu bukanlah miliknya melainkan milik rekannya bernama Singgih Wijaya, petugas lalu melakukan pengembangan dan memburu tersangka Singgih. Saat dalam penyelidikan, petugas berhasil menangkap tersangka Singgih Wijaya (24) di depan KFC Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Kelurahan Labuhan Ratu, pada Rabu (7/1) sekitar pukul 22.00 WIB lalu.

“Ketika kami geledah, ditemukan satu paket kecil sabu-sabu disaku celana tersangka. Barang haram itu disimpan didalam kotak rokok Sampoerna Mild. Tersangka mengaku, sabu itu adalah benar milik rekannya bernama Robertus, Singgih mengaku bahwa ia (tersangka) hanya disuruh mengantarkan kepada pemesannya dengan mendapat imbalan sebesar Rp 100 ribu. Selain mendapat upah uang Singgih juga mendapat imbalan pakai sabu-sabu dari tersangka Robertus,”ujarnya.

Dijelaskannya, petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka Robertus, dan hanya berselang bebera jam setelah menangkap Singgih, petugas kembali berhasil menangkap tersangka Robertus Rendra Dwi Febriantoro saat sedang berada di depan Museum Lampung di Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Bandarlampung, sekitar pukul 22.30 WIB.

Petugas tidak menemukan barang bukti dari tersangka. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan dirumah tersangka Robertus di Jalan Perum Wisma Mas, Kelurahan Beringin Raya, Kemiling. Di rumah tersangka, petugas menemukan barang bukti satu paket sedang sabu-sabu yang disembunyikan tersangka di kursi.

“Hasil pemeriksaan tersangka, benar barang haram tersebut adalah miliknya dan tersangka yang memberikan sabu-sabu itu kepada tersangka Singgih untuk diberikan kepada pemesannya. Sabu-sabu didapat Robertus dengan cara membeli dari tersangka berinisial TN  di daerah Tegineneng, Pesawaran seharga Rp 1 juta, lalu barang haram itu dijual kembali dengan tersangka sebesar Rp 1,1 juta dan dia (tersangka) melakoni bisnis jual narkoba sejak empat bulan yang lalu. Selain sebagai pengedar tersangka juga sebagai pemakai,” jelasnya.

Yustam menambahkan, berdasakan informasi tersangka petugas kemudian meburu tersangka TN namun tersangka sudah tidak ada ditempat dan berhasil melarikan diri terlebih dulu sebelum petugas datang. “Kami masih mengembangkan kasusnya, dengan  memburu pemasoknya yakni tersangka berinisial TN (DPO),”tandasnya.

Akibat perbuatannya tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandarlampung dan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara

BACA JUGA:

loading...