Beranda Hukum Kriminal Tiga Perampok Satroni Koperasi di Way Dadi Bandarlampung

Tiga Perampok Satroni Koperasi di Way Dadi Bandarlampung

BERBAGI

Satu Karyawan Koperasi Ditusuk Pelaku

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kantor Koperasi “Karta” di Jl. Pembangunan Way Dadi, Sukarame, Bandarlampung.

BANDARLAMPUNG-Tiga perampok bersenjata pisau  menyatroni Kantor Koperasi Media Karya Nyata (Kopmekarta) di Jalan Pembangunan A, Kelurahan Way Dadi (dekat Pasar Tempel), Sukarame, Bandarlampung, Kamis (6/8) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Aksi ketiga pelaku perampokan tersebut tergolong nekat. Para pelaku melakukan aksinya di siang hari bolong saat warga  sedang melakukan aktivitas. Namun, kawan perampok gagal membawa brankas yang berisi uang milik Koperasi, meski telah menusuk salah satu karyawan
koperasi  bernama Wulandari (25).

Kapolsekta Sukarame Komisaris Marlin Lumban Gaol mengatakan, aksi perampokan yang terjadi di Kantor Koperasi Kopmekarta di Jalan  Pembangunan A, Kelurahan Way, Bandarlampung ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Pihaknya mendapatkan laporan tersebut, dari ketua RT setempat.

Dikatakannya, dalam aksi perampokan tersebut, pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang laki-laki dengan mengendarai dua motor dan membawa senjata tajam pisau gagal membawa brankas yang berisi uang. Namun, perampok  melukai salah seorang karyawan perempuan dengan tusukan pisau.

“Pada saat kejadian, salah satu karyawan Koperasi bernama Wulandari (25) warga Lampung Timur mengalami luka tusukan dibagian paha sebelah kanan. Korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek  (RSUAM), untuk diberikan perawatan medis karena banyak mengeluarkan darah. Dari lokasi TKP, kami menyita pisau milik para pelaku dan helm,” kata Lumban saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (6/8) sore.

Lumban menjelaskan, berdasarkan dari keterangan saksi, ketiga pelaku perampokan tersebut mendatangi Koperasi dengan berpura-pura sebagai nasabah dan akan pinjam uang. Didalam Kantor Koperasi itu, ada empat karyawan wanita mereka adalah Dewi (24) warga Way Lima, Yulianasari (19) warga Way Galih, Tanjungbintang, Nataliana (23) warga Medan dan Wulandari (25) warga Lampung Timur.

Petugas Inafis Polresta Bandarlampung menunjukkan tempat kejadian perkara di dalam Kantor Koperasi “Karta”.

“Satu orang pelaku masuk menemui karyawan wanita bernama Nataliana yang menunggu di penerimaan tamu nasabah. Sementara  dua pelaku lain, berada di luar kantor selang taklama kemudian kedua pelaku ini masuk dan langsung menutup pintu kantor. Para pelaku mengeluarkan pisau dan mengancam korban Nataliana, pelaku meminta untuk mennunjukkan letak brankas uang,”ujarnya.

Karena diancam pisau, lanjut Lumban, korban pun menunjukkan letak brankas yang berisi uang didalam kamar. Karena didalam kamar itu ada tiga karyawan wanita lain, Dewi, Yulianasari dan Wulandari. Ketiga wanita ini kaget, ketika melihat ada tiga orang laki-laki membawa  pisau masuk kedalam kamar dan mengancam temannya Nataliana .

“Saat ketiga pelaku akan berusaha membongkar brankas uang, Wulandari ini sempat menghalang-halangi dan mencoba melawan pelaku. Salah seorang pelaku akhirnya menusuk Wulandari, karena brankas tidak bisa dibongkar dan korban teriak minta tolong ketiga pelaku itu langsung kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor,” kata dia.

Menurut  Nataliana, sebelum peristiwa itu terjadi, ia sedang duduk di kursi di ruang tempat menunggu nasabah. Kemudian datang tiga orang laki-laki menggunakan dua sepeda motor dan mereka memarkirkannya di pojok di luar pintu gerbang kantor.

“Sepeda motor yang digunakan pelaku, motor Honda Beat, tetapi yang satunya lagi saya nggak tahu sepeda motornya. Awalnya satu orang pelaku masuk ke dalam kantor dan duduk di kursi di depan saya. Pelaku mengajak mengobrol dan mengatakan mau pinjam uang.  Satu orang pelaku lagi main hanphone dan satunya lagi berdiri di depan pintu,”kata Nataliana.

Tidak lama kemudian, kata  Nataliana, pelaku yang main handphonedan yang berdiri di dekat pintu langsung masuk dan menutup pintu kantor. Saat itu juga ketiganya langsung mengeluarkan pisau, dan mengancam dirinya untuk menunjukkan dimana letak brankas uang. Kalau tidak mau menunjukkan, ia akan dibunuh oleh para pelaku ketiga pelaku semua pakai pisau.

Petugas Infis Polresta Bandarlampung memeriksa TKP.

“Saya diancam, leher saya ditodong pakai pisau sama pelaku lalu saya tunjukkan dimana letak brankas itu sama para pelaku. Saya bilang ada dibelakang brankasnya didalam kamar, pelaku membawa saya ke belakang. Di dalam kamar itu ada tiga teman saya, Dewi , Yulianasari dan Wulandari. Melihat leher saya ditodong pisau sama pelaku, Yulianasari pingsan.

Ketiga pelaku tersebut berusaha buka brankas tapi tidak bisa, lalu satu orang pelaku meminta Wulandari yang pada saat itu berada didalam kamar untuk menunjukkan letak kunci brankas. Karena Wulan berontak dan melawaan sama pelaku karena tidak mau menunjukkan kunci brankas, pelaku langsung menusuk Wulan satu kali tusukan tepat mengenai paha kanannya.

“Setelah menusuk Wulan, kami langsung berteriak minta tolong. Saat itu juga ketiga pelaku lansung kabur menggunakan sepeda motor, tak lama kemudian warga langsung ramai datang dan membawa Wulan ke Rumah Sakit karena luka tusukannya cukup parah,”jelasnya.

Pntauan Teraslampung.com di lokasi kejadian menunjukkan, di lantai ruangan kamar, ruang penerimaan nasabah dan dilantai teras Kantor Koperasi Media Karya Nyata (Kopmekarta). Masih banyak ceceran darah dari korban salah satu karyawan bernama Wulandari yang mengalami luka akibat ditusuk oleh pelaku perampokan. Namun darah koraban tersebut paling banyak berada di dalam kamar, saat korban Wulan ditusuk oleh pelaku.

Puluhan petugas kepolisian dari Mapolsekta Sukarame dan Polresta Bandarlampung yang datang kelokasi kejadian, setelah meminta ketarangan dari beberapa saksi langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku perampokan tersebut.

Petugas Tim Inafis Mapolresta Bandarlampung yang datang kelokasi langsung melakukan olah tempat kejadia perkara.