Beranda Hukum Kriminal Tiga Tahun Buron, Pelaku Penganiayaan Diringkus Polisi

Tiga Tahun Buron, Pelaku Penganiayaan Diringkus Polisi

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com 

Tersangka Firdaus saat diperiksa di Polsekta Tanjungkarang Barat, Kamis (21/5/2015).

BANDARLAMPUNG-Firdaus (33, pelaku penganiayaan berat tehadap Febri Andrian (29) akhirnya ditangkap petugas Unit Reskrim Polsekta Tanjungkarang Barat, Rabu (20/5) sekitar pukul 05.30 WIB. Polisi menangkap  warga Jl. Rusa Gang Bendo, Kelurahan Sukamenanti, Kedaton, Bandarlampung  saat pulang ke rumahnya ketika tersangka sedang menemui keluarganya.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Heru Andrian mengatakan, tersangka Firdaus merupakan DPO dan target operasi (TO) pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban Febri Andrian (29) warga Kelurahan Segala Mider, Tanjungkarang Barat mengalami luka tiga bacokan senjata tajam di bagian kepala dan jari-jari tangan nyaris putus.

Penganiayaan yang dilakukan tersangka Firdaus kepada korban Febi terjadi di Jl. Panglima Polim (depan Kantor Dinas Sosial), Kelurahan Segala Mider, Tanjungkarang Barat, pada Rabu (17/10/2012) silam. Sejak kejadian tersebut, tersangka melarikan diri. Sejak saat itulah, tersangka ditetapkan sebagai DPO dan target pencarian orang (TO).

“Petugas mendapat informasi bahwa tersangka pulang kerumahnya, saat itu juga petugas langsung menangkap tersangka tanpa ada perlawanan, Rabu (20/5) sekitar pukul 05.30 WIB. Selanjutnya, tersangka Firdaus dibawa ke kantor guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata Heru kepada teraslampung.com, Kamis (20/5).

Berdasarkan dari keterangan tersangka, Heru menuturkan, diakui tersangka bahwa penganiayaan yang dilakukannya disebabkan karena morif sakit hati dengan perkataan korban yang menghina istrinya bernama Ismayani. Sebelum kejadian tersebut terjadi, Firdaus akan pulang ke rumahnya bersama istrinya. Saat berada di Jalan Panglima Polim (depan Kantor Dinas Sosial), Bandarlampung sepeda motor tersangka diberhentikan korban Febi yang juga mengendarai sepeda motor bersama kedua temannya.

“Pengakuan tersangka, korban menghina istrinya yang menyebutkan kalau istri tersangka wanita yang tidak benar atau wanita kupu-kupu malam. Tidak terima istrinya dihina, tersangka langsung turun dari sepeda motor dan mengambil golok milik pedagang es dugan. Di tempat itulah tersangka langsung membacok korban hingga tiga kali bacokan, sementara dua orang teman korban berhasil kabur dan selamat,”tutur Heru.

Bacokan itu, kata Heru, mengenai kepala korban dua luka bacokan dibagian dahi. Korban sempat menangkis bacokan golok yang ketiga kearah kepala korban, namun bacokan itu dapat ditangkis dengan tangan korban. Akibatnya, jari tangan korban nyaris putus karena menahan tangkisan golok tersangka. Beruntungnya, saat penganiayaan itu terjadi korban masih sempat berlari menyelamatkan diri. Warga sekitar yang melihat kejadian itu berhasil menyelamatkan korban, setelah melakukan pembacokan tersangka langsung kabur.

“Selama dalam pelariannya sejak tahun 2012 lalu, tersangka bersembunyi di wilayah Palembang. Perkaranya sudah dilakukan penyidikan, untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke JPU. Pasal yang disangkakan, Pasal 351 ayat (2) KUHPidana tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,”terangnya.  

Sementara itu, tersangka Firdaus mengaku  ia melakukan penganiayaan dengan membacok korban karena sakit hati dan tidak terima kalau istrinya dihina oleh korban.

Dikatakannya, sebelum penganiayaan itu terjadi, pada Rabu malam (17/10/2012)  ketika itu ia menjemput istrinya yang bekerja di Mal Kartini (Moka). Dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor, ia mulai di ikuti oleh korban dan kedua temannya yang juga mengendarai motor mulai dari Pasar Pasir Gintung.

Ketika berada Jalan Panglima Polim, Segala Mider (Depan Kantor Dinas Sosial)  kenapa tiba-tiba korban  langsung menhadang dan menghentikan sepeda motor yang dikendarainya.

“Dia (korban) bilang, istri saya adalah wanita jalang atau wanita tidak bener. Tentu saja saya tersinggung dan sakit hati dengan ucapan korban. Saya langsung turun dari sepeda motor dan pergi menuju ke pedangang es dugan dan mengambil golok. Golok langsung saya bacokkan ke arah korban. Saya kemudian kabur ke Palembang,” kata Firdaus.