Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Tim Penggerak PKK Lamteng Terus Kampanyekan Antikekerasan terhadap Anak

Tim Penggerak PKK Lamteng Terus Kampanyekan Antikekerasan terhadap Anak

BERBAGI
Ketua TP PKK Lampung Tengah, Nessy Kalviya Mustafa

TERASLAMPUNG.COM — Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten akan terus mengampanyekan antikekerasan terhadap anak. Menurut Ketua TP PKK  Lampung Tengah, Nessy Kalviya Mustafa, untuk meminimalkan bahkan menghapus kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia, khususnya di Lamteng, perlu keterlibatan kaum perempuan.

“Para ibu harus peka terhadap sekelilingnya, terus dampingi anak dan jangan mudah percaya untuk menitipkan anak meski terhadap keluarga dekat. Pasalnya sebagian besar pelaku kasus pelecehan seksual adalah orang-orang terdekat,” kata istri Bupati Mustafa itu dalam acara sosialisasi gerakan nasional anti kekerasan seksual terhadap anak di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Rabu, (7/9/2016).

Saat ini, kata Nessy,  kasus kekerasan seksual di Indonesia semakin marak dan menghantui para orang tua. Krisis moral ini harus diantisipasi dengan meningkatkan peran masyarakat khususnya kaum ibu yang relatif lebih dekat anak.

Nessy berharap orang tua dapat mendampingi anak dalam memanfaatkan gadget atau menerima informasi dari dunia maya. Hal ini penting agar anak tidak mudah terkontaminasi input-input negatif dari internet yang akhirnya membahayakan anak. Ibu juga dituntut bisa mengakses atau mengeoprasikan perangkat gadget sehingga dapat mengecek pemanfaatan teknologi pada anak.

“Jangan sampai karena orang tua tidak peka, akhirnya anak dengan mudahnya mendapatkan infomasi dari internet dan mempengaruhi sikap anak. Disinilah peran PKK untuk bisa menggaungkan anti kekerasan seksual terhadap masyarakat,” imbuh Nessy.

Dia percaya partisipsi anggota PKK dapat mencegah dan meminimalisir kasus kekerasan seksual terhadap anak khususnya di Lampung Tengah.

Sosialisasi Anti Kekerasan Terhadap nak diikuti sekitar 350 se-Lampung Tengah. Narasumber yang memberi materi antara lain  Ummi Evi Golzali, praktisi Perlindungan Anak Lampung.

Selain sosialisasi anti kekerasan anak juga digelar sosialisasi tentang pentingnya tata tertib administrasi kependudukan seperti KTP, Akta Kelahiran, Akta Kematian, KK, Kartu Nikah, dan lainnya.