Beranda News Bandarlampung Tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung “Come Back”

Tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung “Come Back”

BERBAGI
Tim Antibandit Polresta Bandarlampung

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung yang sempat mati suri alias fakum selama beberapa bulan, kini diaktifkan lagi.

“Ya sekarang Tekab 308 kembali difungsikan, Ini atas perintah bapak Kapolda Brigjen Pol Ike Edwin agar tim ini difungsikan kembali,”ujar Kapolresta Bandarlampung, Kombes Hari Nugroho, Selasa (23/8/2016).

Menurut Hari pengaktifan kembali Tekab 308 karena tim ini dinilai efektif untuk memberantas kejahatan.

“Setelah sudah difungsikan dan harus dimaksimalkan kembali untuk menindak para pelaku kejahatan. Diharapkan, Tim Tekab 308 ini dapat mengungkap kasus-kasus baik itu yang menjadi tunggakan atau belum terungkap dan para pelaku buronan (DPO) maupun kasus yang baru,” katanya.

“Tim ini bertugas untuk melakukan pengungkapan, mengumpulkan semua LP yang ada. Baik itu LP dari kasus-kasus lama, ataupun kasus yang baru,”imbuhnya.

Diketahui, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung dan Polsekta Jajaran, beranggotan sebanyak 30 personil. Tim tersebut, gabungan dari anggota Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung dan satu anggota dari Unit Reskrim Polsekta Jajaran.

Dari 30 personil Tim Tekab 308, dibagi menjadi dua tim. Untuk tim satu menangani penindakan pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) dan Pencurian dengan pemberatan (Curat). Sementara untuk satu Tim lagi, menangani penindakan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

BACA: Inilah Tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung

Dari kedua tim tersebut, masing-masing beranggotakan 15 orang personil. Mereka (Tim Tekab 308) dibawah kendali Kanit Ranmor dan Kanit Opsnal, dan dibawah kordinator dari Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung. Tim Tekab 308, difokuskan untuk mencari para DPO dan para pelaku yang memang sudah menjadi target operasi (TO).

Berdasarkan data Ditreskrimum Polda Lampung, pada periode 1 Januari hingga 30 September 2015 kejahatan yang ditangani Polda Lampung dan jajaran cukup tinggi. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mencapai 1.775 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 489 kasus dan penyalahgunaan senjata api ilegal mencapai 489 kasus.

Dibentuknya Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 diinisiasi oleh mantan Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edward Syah Pernong. Karena melihat korban kejahatan jalanan bukan hanya harta benda, tapi juga nyawa. Tidak hanya masyarakat saja yang menjadi korbannya, melainkan dari aparat kepolisian.

Berdasarkan fakta dan data, maka dibentuklah Tekab 308 Polda Lampung dengan berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Kapolda Lampung SPRIN/2246/IX/2015 tanggal 30 September 2015.

Kemudian untuk angka 308 yang selalu melekat pada nama tim Tekab 308 yakni 30 Agustus yang menjadi tanggal meninggalnya salah satu anggota Polri, Bharada Jefri Saputra yang menjadi korban keganasan pelaku kejahatan curanmor (begal). Jefri tewas setelah ditembak pelaku begal, di Bank Mandiri samping Rumah Sakit Advent Jalan Teuku Umar Kedaton.

Sejak dibentuk sampai per 30 November 2015 lalu, Tekab 308 Polda Lampung dan jajaran berhasil mengungkap kasus curat sebanyak 302 kasus, curas 106 kasus dan penyalahgunaan senjata api ilegal sebanyak 30 kasus.

Berkat kerja keras Tekab 308 tersebut, Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo memberikan apresiasi dan reward terhadap kinerja Tekab 308 tersebut atas keberhasilannya dalam mengungkap sejumlah kasus menonjol seperti kasus C3 (curas, curat dan curanmor) dan kepemilikan senjata api ilegal.

Pemberian reward tersebut, di Mako Brimoda Lampung di Jalan KS Tubun, Rawalaut, Pahoman, pada Rabu (16/12/2015) lalu.

Gubernur Lampung memberikan penghargaan tersebut kepada Tekab 308 Polda Lampung yang diterima oleh Kasubdit Jatanras Polda Lampung, AKBP Ruli Adi Yunanto; Kanit III Jatanras Kompol Heru; Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya dan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Harto Agung.

M Ridho Ficardo mengatakan, penghargaan dan aprisiasi yang diberikan, Tekab 308 ini adalah tim adhoc yang dibentuk karena intensitas kejahatan cukup tinggi, bahkan mempengaruhi pandangan dari masyarakat terhadap situasi keamanan di Lampung.

“Tekab 308, menjadi pengamanan berpengaruh dalam mengentaskan tindak kejahatan di Provinsi Lampung,”ujarnya.

Menurutnya, atas kinerja yang luar biasa dalam mengungkap tindakan kejahatan, Tekab 308 dapat melaksanakannya. Kita mengapresiasi Polda Lampung, karena begitu cepat dapat melakukan pengungkapan dengan menggabungkan seluruh unsur keamanan yang dimilikinya.

Ridho menuturkan, Polda Lampung sudah melakukan upaya-upaya terobosan, salah satunya adalah adanya Tekab 308 untuk melakukan pengungkapan kejahatan-kejahatan yang sangat menonjol seperti kasus C3 (curas, curat dan curanmor) dan penyalahgunaan senjata api.

“Pengamanan akan terus berlanjut, karena permasalahan belum selesai begitu saja. Dengan adanya Tekab 308 ini, harus kita dukung secara bersama-sama,”tuturnya.

Atas prestasi yang dicapai Tekab 308, Pemerintah Provinsi Lampung akan memberikan dukungan berupa bantuan dana kepada Polda Lampung. Hal tersebut diberikan, karena Tekab 308 dapat menjaga keamanan dan situasi kondusif di masyarakat.

Pemberian penghargaan dan apresiasi kepada Tekab 308 Polda Lampung dan Jajaran, dihadiri oleh Wakapolda Lampung, Kombes Pol Bonifasius Tampoi mewakili Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edward Syah Pernong; Dan 043 Gatam, Kolonel (Inf) Joko Putranto; Danlanal Kolonel Laut (P) Yana Hardiyana; Danbrigif 3 Marinir Kolonel (Mar) Werijon; Danlanud Astra Ksetra, Letkol (Nav) Arief Budiman, DPRD, para Asisten Gubernur Lampung dan tamu kehormatan lainnya.

BACA JUGA:

loading...