Beranda Hukum Kriminal Vonis Ringan Pasutri Pembunuh Suharningsih, Jaksa Penuntut Banding

Vonis Ringan Pasutri Pembunuh Suharningsih, Jaksa Penuntut Banding

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Terdakwa Yunita Amelia mendengarkan vonis hakim pada sidang di PN Tanjungkarang 7 Oktober 2015 lalu.

BANDARLAMPUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, resmi mengajukan banding terkait dengan Putusan ringan dua terdakwa pasangan suami istri (Pasutri), Darwin dan
Yunita Amelia pelaku pembunuhan terhadap Suharningsih atau Ningsih istri mantan anggota DPRD Bandarlampung.

Hal tersebut diketahui, setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung mendaftarkan banding ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, pada Selasa (13/10) lalu.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adi, pengajuan banding tersebut dilakukan karena batas waktu
pikir-pikir pasca vonis hakim, akan habis. Sehingga pihak JPU, harus segera menyatakan sikap. (Baca: Pasutri Pembunuh Istri Mantan Anggota Dewan Divonis Ringan).

“Ya kami menyatakan banding. Kami sudah membuat dan mengirimkan memori bandingnya melalui Kepaniteraan PN Tanjungkarang,” kata Adi, Rabu
(14/10).

Menurut Adi, meskipun telah mengajukan banding, pihaknya tetap masih harus menunggu petunjuk selanjutnya dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Petunjuknya tetap dari Kejagung. Karena dalam surat tuntutan itu, yang menuntut dari Kejagung. Kami hanya membacakannya saja,”terangnya.

Seperti diketahui, Majelis Hakim PN Tanjungkarang yang dipimpin Cokro, S.H. memvonis Yunita Amelia selama 15 tahun penjara, sedangkan Darwin 20 tahun penjara. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa, yang menuntut keduanya, seumur hidup.

Menurut majelis hakim, keduanya dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan terencana seperti dakwaan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Pasca vonis sdiang beberapa waktu lalu, suami korban Muhzan Zein, mengaku kecewa dengan putusan tersebut. Menurut mantan anggota DPRD Bandarlampung itu, jaksa harus mengajukan banding.

“Saya berharap jaksanya banding. Meski pelaku Yunita itu adalah keponakan saya sendiri, hukuman mati itulah yang paling pantas untuk Darwin dan Yunita hukuman mati sebagai balasan yang
setimpal,”ungkapnya.