Beranda Hukum Kriminal Wanita Anggota Satpol PP Dijual Atasannya, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Wanita Anggota Satpol PP Dijual Atasannya, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG-Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, belum menentapkan tersangka terhadap Komandan Pleton (Danton) Sat Pol PP Kota Bandarlampung bernama Ruswita, yang dilaporkan pada Jumat (4/9/2015) lalu atas dugaan menjual perdagangan Nurbaiti, anggota Pamsus I Wanita Pol PP Kota Bandarlampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Derry Agung Wijaya, mengatakan hingga saat ini pihakya belum menetapkan terlapor Ruswita, Danton Sat Pol PP Kota Bandarlampung, sebagai tersangka atas dugaan kasus human trafficking terhadap korban Nurbaiti yang tak lain adalah
anak buahnya sendiri.

“Terlapor masih sebagai saksi, saat ini kami masih memerlukan keterangan dari beberapa saksi-saksi lain,”kata Dery, Jumat (25/9).

Dikatakannya, pihaknya  merencanakan pada Sabtu (26/9) besok, akan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor. Namun, hal tersebut belum dapat dipastikan, karena masih adanya pemeriksaan kembali terhadap saksi lain dari pelapor.

“Sebelumnya, memang sudah diagendakan untuk memeriksa terlapor pada Sabtu besok (25/9). Tapi bisa jadi kita undur pemeriksaanya, sebab penyidik masih akan memeriksa saksi-saksi lain terlebih dahulu,”ujarnya.

Ditegaskannya, dalam perkara tersebut pihaknya akan memproses adanya laporan yang masuk di Polresta Bandarlampung, termasuk laporan dari terlapor Ruswita sendiri.

“Mengenai adanya laporan balik dari terlapor, ya silakan.  Itu sah-sah saja. Nantinya kita akan tetap proses. Yang jelas, kasus ini masih dalam penyelidikan untuk dapat mengungkap adanya dugaan human trafficking,”terangnya.

Diketahui, Nurbaiti yang merupakan sebagai anggota Pamsus I Wanita Pol PP Kota Bandarlampung, menjadi korban perdagangan manusia. Pelakunya adalah Ruswita yang tidak lain adalah Komandan Pleton (Danton).

Atas kejadian tersebut, korban Nurbaiti melaporkan atasannya, Ruswita ke Mapolresta Bandarlampung dalam laporan bernomor LP/B/3707/IX/2015/LPG/RESTA BALAM pada tanggal 4 September 2015.

Kronologis kejadian tersebut, Nurbaiti mengatakan, saat itu ia yang sedang berada dirumahnya diajak keluar rumah untuk pergi jalan-jalan dengan Ruswita dan salah seorang temannya menggunakan kendaraan mobil, pada Rabu (2/9/2015) lalu.

“Saya dijemput sama dia (Ruswita)dan temannya pakai mobil, pada saat pergi saya disuruh duduk di depan dan saya tidak tahu mau dibawa ke mana,”kata Nurbaiti saat di press room Pemkot Bandarlampung beberapa waktu lalu.

Mobil yang dikendarai temannya, lanjut Nurbaiti, akhirnya berhenti dan memarkirkan kendaraanya disebuah karaoke MGM Karaoke yang berada di daerah Telukbetung Selatan. Di tempat itu, ia diminta untuk melepaskan jilbabnya oleh Ruswita.

“Saya nurut saja waktu disuruh buka jilbab, saya gak berani menolak soalnya dia (Ruswita) kan atasan saya,”ungkapnya.

Karena sudah malam, ia pun mengajak pulang Ruswita. Tapi bukannya pulang, malah ia dipelototi Ruswita. Akhirnya ia pun diam, karena menghargai Ruswita  sebagai komandan peleton (Danton) atau atasannya langsung.

Tak lama kemudian, entah itu sudah ada skenario atau tidak,  mereka lalu memesan  minuman dan memaksa Nurbaiti untuk meminum minuman keras itu.

“Saya dipaksa minum tapi saya tidak mau, lalu saya dipegangin dan dicekokin minuman keras hingga berkali-kali sama mereka. Lalu saya menangis, saya tidak terima diperlakukan seperti itu. Tiba-tiba ada laki-laki yang nyosor cium saya,  Danton saya itu (Ruswita), malah bilang  ‘tolong ya, hargain saya. Kakak nggak mabok kok’,”kata Nurbaiti seraya menirukan perintah Ruswita.

Setelah dicekoki minuman keras, kata Nurbaiti, kemudian Ruswita meninggalkan dirinya di parkiran Karaoke MGM bersama lelaki yang mencekokinya minuman keras. Ia pun sempat memohon agar ikut serta pulang, namun pintu mobil temannya dikunci.

“Saya pun dibawa om itu masuk ke mobilnya, om itu sempat nawarin saya mau tidur dimana. Karena saya tidak mau, saya ditinggalin di pinggir jalan sekitar jam 2 malam. Tapi nggak tahu kenapa, mobil om itu tiba-tiba mundur lagi, lalu saya mohon-mohon minta agar saya diantarkan pulang kerumah dan akhirnya saya dianterin pulang,”terangnya.

Dari situlah terungkap bahwa, om-om yang belakangan diketahui bernama Arif itu telah membayar sejumlah uang kepada Ruswita alias Wita sebagai imbalan “memakai” Nurbaiti.

“Om itu cerita, kalau mereka minta bayaran karena sudah bawa saya. Katanya, saya ini  sebelumnya sudah bbm-an sama Wita. Sejak sore menawarkan diri minta diajak sama om itu. Om itu juga bilang sudah habis-habisan bayar room, PL (pemandu lagu) sampai bayar saya juga, katanya habis Rp 1.662.000,”jelasnya.

Tak terima dengan perlakuan Ruswita yakni Dantonnya di Sat Pol PP, Nurbaiti pun melaporkan perbuatan tersebut ke Polresta Bandarlampung.