Beranda Hukum Kriminal Widiya Sempat Bercumbu di Kebun Sebelum Bunuh Kekasihnya

Widiya Sempat Bercumbu di Kebun Sebelum Bunuh Kekasihnya

BERBAGI
Tersangka Widiya saat melakukan konstruksi pembunuhan pacarnya, di Jalan Untung Suropati, Selasa (1/3).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Widiya, ersangka pembunuhan terhadap kekasihnya sendiri, Eki Hermawan, sebelum pembunuhan tersebut terjadi sempat bercumbu terlebih dulu di sebuah kebun di Jalan Untung Suropati. Hal tersebut terungkap, saat dilakukan gelar rekonstruksi yang digelar Polresta Bandarlampung bersama Polsekta Kedaton di Jalan Untung Suropati, Kedaton, Bandarlampung, pada Selasa (1/3) siang.

Pada gelar rekonstruksi tersebut, terlihat tersangka Widiya dan korban Eki bertemu di Jalan Untung Suropati. Lalu Eki pergi ketempat majikannya dan meninggalkan Widiya di jalan. Eki meminta Widiya untuk menunggu, berjanji akan kembali untuk menemui Widiya. Lalu Widiya pun menunggu Eki, di sebuah warung gorengan.

Selanjutnya, Eki kembali menghampiri Widiya dan memberikan uang sebesar Rp 20 ribu lalu pergi  lagi. Selang tak lama kemudian, Eki kembali datang menemui Widiya. Keduanya berbincang-bincang dan menanyakan tentang kepergiannya Eki ke Jawa untuk menemui calon istrinya.

Eki kemudian membawa Widiya ke sebuah kebun yang berada di belakang warung gorengan, di kebun itu Eki dan Widiya bercumbu. Usai bercumbu, Eki mengatakan kepada Widiya bahwa hari ini merupakan hari pertemuan terakhirnya. Eki juga mengatakan, bahwa dirinya sudah memiliki wanita
pilihannya. Lalu meminta kepada Widya, supaya tidak menghubunginya lagi.

Mendengar ucapan Eki itu, Widiya menangis sembari berjongkok. Saat itulah, Widiya langsung mengeluarkan pisau dari dalam tasnya. Lalu Widya berdiri dengan memeluk Eki, tangan kanannya memegang pisau dengan mengatakan kepada Eki kenapa tega melakukan hal itu terhadap dirinya.

Saat itu juga, Widiya langsung menusuk perut Eki. Lalu Widiya membuang pisaunya dan pergi meninggalkan Eki, dengan kondisi terluka tusukan Eki berlari meminta pertotolang menuju rumah majikannya. Eki lalu di bawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), karena terlalu banyak mengeluarkan darah akhirnya tewas di rumah sakit.

Pantauan teraslampung.com, gelar rekonstruksi pembunuhan tersebut, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya. Dalam gelar rekonstruksi, menyedot perhatian warga setempat.