Beranda News Nasional 10 Fraksi di Komisi I DPR RI Setujui Jenderal TNI Gatot...

10 Fraksi di Komisi I DPR RI Setujui Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI

166
BERBAGI
Calon Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Rabu (1/7/2015). Foto: dok tempo.co

JAKARTA, Teraslampung.com — Rapat Pleno Komisi I DPR RI, Rabu malam  (1/7/2015), akhirnya secara bulat menyetujui Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI  menggantikan Jenderal TNI Moeldoko. Dari 10 fraksi di Komisi DPR, tak satu pun menolak atau memberikan catatan kritis terhadap calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Jokowi itu.

“Bahwa Komisi I dengan ini menyetujui pemberhentian Jenderal TNI Moeldoko sebagai Panglima TNI dan menyetujui Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI untuk selanjutnya dibawa kepada rapat paripurna DPR. Setuju?” kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq,  yang memimpin jalannya sidang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/15) malam sekitar pukul 21.15 WIB.

Usai rapat pleno uji kelayakan dan kepatutan selama lebih dari lima jam itu, Mahfudz menjelakasn beberapa fraksi menyampaikan sejumlah catatan dalam persetujuannya. Fraksi Nasdem meminta komitmen calon Panglima TNI untuk memprioritaskan industri pertahanan dalam negeri.

Sementara Fraksi Partai Golkar menurutnya menyampaikan tiga catatan penting,  pertama meminta Gatot melakukan terobosan dalam memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Catatan kedua ujar Mahfudz, meminta Gatot lakukan terobosan mengenai penyelesaian sengketa tanah antara TNI dan rakyat. Ketiga, memperkuat partisipasi masyarakat dalam membantu dan mendukung tugas, pokok, dan fungsi TNI.

Menurut  Mahfudz, Fraksi PDI Perjuangan sejak awal memberikan persetujuan tanpa catatan.

Politikus FPKS ini juga memaparkan proses pengambilan keputusan berlangsung hangat namun semua sepaham keputusan akhir diambil dengan musyawarah mufakat.

“Rapat internal terjadi pembahasan yang hangat tetapi putusan akhir tetap mengedepankan prinsip musyawarah mufakat karena itu kultur asli bangsa Indonesia yang harus dijaga,” kata  Mahfudz.

Mahfudz mengatakan, ada tiga poin yang menjadi pertimbangan Komisi I DPR RI dalam memberikan persetujuan, pertama persyaratan administrasi dari seluruh penelaahan tidak ada masalah.

Kedua, paparan visi, misi, dan program Gatot ada hal penting yaitu menggambarkan dan mencerminkan pengetahuan tentang aspek geo politik dan geo strategis kawasan global yang menjadi tren perubahan.

“Selain itu beliau menegaskan yang menjadi titik pusat konflik perebutan Sumber Daya Alam di kawasan ekuator dan Indonesia salah satu negara besar dalam rentang tersebut,” katanya.

Ketiga menurut dia, Komisi I DPR RI mempertimbangkan visi dan pandangan Gatot terhadap TNI yang menginginkan konsolidasi secara institusi seperti personil doktrin dan alutsista.

Mahfudz menjelaskan hasil Rapat Komisi I tersebut akan dilaporkan ke Pimpinan DPR RI untuk dibawa ke Badan Musyawarah lalu diserahkan ke Rapat Paripurna untuk disahkan.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960; umur 55 tahun) adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30 yang mulai menjabat sejak tanggal 25 Juli 2014 setelah ditunjuk oleh Presiden SBY untuk menggantikan Jenderal TNI Budiman.Ia sebelumnya mengemban amanat sebagai Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Muhammad Munir.

Gatot Nurmantyo merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1982 yang berpengalaman di kesatuan infanteri baret hijau Kostrad. Gatot pernah menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD,[5] Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Akmil. Selain itu, Gatot juga adalah Ketua Umum PB FORKI periode 2014-2018.

Karier militer

Danton MO. 81 Kiban Yonif 315/Garuda
Dankipan B Yonif 320/Badak Putih
Dankipan C Yonif 310/Kidang Kancana
Kaurdal Denlatpur
ADC Pangdam III/Siliwangi
PS Kasi-2/Ops Korem 174/Anim Ti Waninggap
Danyonif 731/Kabaresi
Dandim 1707/Merauke
Dandim 1701/Jayapura
Sespri Wakasad
Danbrigif 1/PIK Jaya Sakti
Asops Kasdam Jaya
Danrindam Jaya
Danrem 061/Suryakencana (2006-2007)
Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008)
Dirlat Kodiklatad (2008-2009)
Gubernur Akmil (2009-2010)
Pangdam V/Brawijaya (2010-2011)
Dankodiklat TNI AD (2011-2013)
Pangkostrad (2013-2014)
KSAD (2014-sekarang)

 

sumber biodata: wikipedia.com