Beranda Hukum Kriminal 10 Ton BBM Ilegal yang Ditahan Korem Gatam Ternyata Milik PNS...

10 Ton BBM Ilegal yang Ditahan Korem Gatam Ternyata Milik PNS Dinas Kehutanan

557
BERBAGI
minyak ilegal
Minyak ilegal diamankan Korem Garuda Hitam (ilustrasi/dok)

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG- Minyak mentah ilegal sebanyak 10 ton yang disita Korem 043 Garuda Hitam usai penangkapan truk dan sopir pembawa BBM tersebut, Senin (1/2/2016) ternyata milik seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Diinas Kehutanan Lampung.

“Minyak yang disita ini punya pak Romli, dia (Romli-red) adalah PNS yang berdinas di Dinas Kehutanan,” kata Mustofa, sopir truk yang disita di Korem, Selasa  (2/2/).

Menurut Mustofa, minyak tanah tersebut, nantinya akan dimasukkan ke tangki penampungan selanjutnya dijual eceran di beberapa  kabupaten di Lampung.

“Sudah sering saya mengantarkan minyak tanah itu ke tempat pak Romli, ya sejak tahun 2015 lalu. Setiap mengantarkan minyak tanah, saya dapat upah Rp 4,5 juta,”ungkapnya.

Sementara dari pengakuan Rusdi, dirinya mengaku belum lama ini menjadi kernet truk, tapi ia tidak mengetahui siapa pemilik minyak tanah tersebut.

“Saya ini baru mas jadi kernet truk, baru tiga kali mengantarkan minyak tanah itu,”ungkapnya.

Truk pengangkut BBM ilegal itu ditangkap  tim Intelejen Korem 043 Garuda Hitam (Gatam), menyita sebanyak 10 ton minyak mentah. Puluhan ton minyak mentah tersebut, diamankan dari kendaraan truk jenis colt diesel BE 9084 CJ di daerah Hajimena, Natar, Lampung Selatan, Senin (1/2/2016) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapenrem 043 Gatam, Mayor Inf CH Prabowo mengatakan, pihaknya telah mengamankan 10 ton minyak mentah yang diangkut menggunakan kendaraan truk jenis colt diesel. Minyak tersebut, di masukkan ke dalam jerigen-jerigen kecil ukuran 20 liter dan tong plastik sedang kapasitas isi satu kubik. Puluhan jerigen berisi minyak mentah tersebut, lalu di taruh di dalam bak truk.

“Truk tersebut diamankan anggota Intelrem 043 Gatam, karena mengangkut minyak mentah tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi,”kata Prabowo.

Prabowo mengutarakan, dari pengakuan supir truk, bahwa puluhan ton minyak mentah ilegal dibawa dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Rencanaya, minyal tersebut akan di bawa ke daerah Natar, Lampung Selatan.

“Barang bukti kendaraan truk dan 10 ton minyak mentah ilegal beserta sopir, saat ini diamankan di Makorem 043 Gatam untuk dilakukan penyelidikan,”terangnya.