Beranda News Wisata Kota Bandarlampung Kini Punya RTH dengan Air Mancar yang Disinari LED

Kota Bandarlampung Kini Punya RTH dengan Air Mancar yang Disinari LED

216
BERBAGI
Air mancar RTH Lampung Elephant Park atau eks-Lapangan Merah Enggal, Bandarlampung.

Herman Batin Mangku

Warga Kota Bandarlampung tersenyum ceria menikmati atraksi air mancar menari-nari bermandikan cahaya Light Emitting Diode (LED) di Enggal Elephant Park (EEP) Sabtu (9/2/2018). Inilah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandarlampung yang baru terwujud setelah Provinsi Lampung lahir sejak 32 tahun lalu.

Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat bahagia menikmati gratis RTH EEP sejak pagi hingga malam. Mereka berselfi ria, bermain skate board. basket, futsal, sepeda BMX, hingga duduk-duduk menikmati nuansa RTH berdesain modern.

Lapangan Enggal yang sebelumnya becek dan kumuh kini “di-make over” pada tiga tahun kepemimpinan Gubernur Ridho Ficardo. Lapangan bersejarah tersebut menjadi taman kota terbuka yang cantik dan sekaligus menjadi ikon baru provinsi ini.

Masyarakat dan para pengamat Unila sudah lama menyoal ketiadaan RTH di Kota Bandarlampung. Yang ada, hutan kota dan taman kota. Belum ada ruang terbuka hijau yang bisa menjadi lokasi gratis bagi warga untuk  jogging  dan rekreasi.

Citra Persada, akademisi Unila, pada diskusi tersebut, sempat juga menyoal pesatnya pembangunan kota tanpa mengindahkan kebutuhan masyarakat akan RTH akan menjadi kota tak yang tak ramah bagi warganya.

Terakhir, sastrawan dan pengamat menyoal ketiadaan RTH pada diskusi tentang “Culture Shock dalam Pembangunan Kota” yang digelar Lamban Sastra di Jl. Imam Bonjol No.544 A, Kemiling, Bandarlampung, setahun yang lalu, Sabtu (11/3/17).

Gunawan Handoko, tokoh pendidikan, sempat mengungkapkan kekagetannya ketika groundbreaking Mal Carrefour di Wayhalim. Gunawan menilai Pemerintah terkesan mengedepankan mall ketimbang mewujudkan RTH.

Kini, mimpi tersebut terwujud sudah. Gubernur Ridho bersama istri dan anak-anak ikut menikmati bahkan berselfia ria bersama masyarakat pada hari pertama dibukanya EEP. Mereka sekeluarga turut bergembira bersama masyarakat.

Esoknya, Minggu (11/2/2018), banyak keluarga bermain di lokasi tersebut. Para remaja yang biasanya bermain skateboard malam hari di Jl. Pangkalpinang, Pasar Tanjungkarang, kini bisa mengekspresikan diri di tempat khusus skateboard.

Ada pula anak-anak bergembira dengan sepeda BMX . Bocah-bocah bersuka cita di lapangan basket dan futsal. Para remaja bersama teman-temannya berfoto dengan latar belakang berbagai lukisan realis ikon wisata Lampung. Ada pula tempat solat dan toilet.

Malam hari pertama pembukaan EEP, para wanita senam gembira mengikuti irama dari sound syetem, berikut layar lebar LCD dan teknologi LED yang dipersembahkan Mika Musik Production asuhan Hary Kohar.

Lampu LED pertama dipakai di Stadion Allianz Arena, Munchen, Jerman dan saat Piala Dunia 2014 di Brasil. Mika Musik Production mempersembahkannya untuk masyarakat saat pembukaan EEP.

Ridho Ficardo menyadari indeks kebahagiaan masyarakat Lampung masih tergolong rendah. Dia berharap dengan kehadiran RTH mampu mengubah kawasan terbuka jadi lebih baik bagi masyarakat untuk melepas kepenatan, tempat bermain, dan sosialisasi masyarakat.

Secara keseluruhan revitalisasi ini sudah berjalan dengan baik, namun masih ada beberapa yang perlu perbaikan.

“Kita berharap tahun ini revitaliasinya dapat terselesaikan dengan baik,” kata Gubernur muda tersebut.

Terimakasih Pak Gub, kami sekarang punya ruang terbuka hijau, ada air mancar bisa joget lagi. Tabik pun