Beranda News Kesehatan 11 Hari Dirawat, Kesehatan Bayi Penderita Gizi Buruk tak Kunjung Membaik

11 Hari Dirawat, Kesehatan Bayi Penderita Gizi Buruk tak Kunjung Membaik

218
BERBAGI
Kulit punggung Alenta Bilqis (1,5), pasien gizi buruk terlihat seperti melepuh dan sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan.
Kulit punggung Alenta Bilqis (1,5), pasien gizi buruk terlihat seperti melepuh dan sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Orang tua Alenta Bilqis (1,5), bayi penderita gizi buruk meminta Pemkab dapat lebih serius mengobati dan memantau perkembangan penyakit anaknya agar dapat segera pulih seperti sedia kala.

“Kami mohon kepada instansi terkait untuk memantau perkembangan dan penyembuhan anak kami. Jangan saat berikan bantuan ke kami saja yang diekspos ke media, sehabis itu dibiarkan (seperti ini),” pinta Anton Subroto (38), orang tua Bilqis saat ditemui di ruang anak kelas III C, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.M.Ryacudu, Kotabumi, Minggu (31/1).

Anton Subroto yang didampingi isterinya, Ernita (28) mengatakan bahwa telah 11 hari lamanya, putri kesayangannya itu dirawat. Sayangnya, tak ada kemajuan yang berarti terhadap penyakit yang diidap anaknya ini. Kondisi ini kian diperparah dengan mengelupas serta ke luarnya nanah dari kulit punggung Alenta.

“Kulit punggungnya mengelupas dan mengeluarkan nanah. Ini yang membuat kami semakin panik,” terang warga Desa Cempaka Barat, Kecamatan Sungkai Jaya ini.

Anton menceritakan, awalnya Alenta lahir seperti bayi normal pada umumnya dengan berat 3,6 Kg. Namun, menginjak usia enam bulan, pertumbuhan Alenta berjalan sangat lambat. Saat itu kondisinya semakin memburuk karena Alenta mengalami batuk disertai keluar darah dari bagian hidung dan mulut. Hasil diagnosis, bayinya divonis mengidap penyakit paru – paru dan gizi buruk.

Namun berkat pengobatan rutin selama enam bulan belakangan ini, pihak medis menyatakan bahwa penyakit paru – paru Alenta telah sembuh. Sebab, anaknya kini tak lagi mengalami batuk yang disertai dengan keluarnya darah dari hidung dan mulut. “Alhamdulillah kalau dari hasil pemeriksaan Dokter Ismi, penyakit paru – paru anak saya sudah  sembuh. Tinggal Gizi Buruknya dan kulit punggungnya yang seperti melepuh yang belum sembuh,” kata dia lirih.

Di lain sisi, Asisten II Sekretaris Kabupaten, Fahrizal Ismail mengatakan, Alenta bukanlah pasien gizi buruk melainkan pasien yang terkena penyakit paru – paru. Selain itu, yang bersangkutan juga telah berulang kali dibantu oleh Pemkab.

“Alenta Bilqis itu setahu saya, bukan terkena gizi buruk tapi terkena penyakit paru – paru. Dan sudah pernah diberikan bantuan. Tapi, nanti, tetap akan kami tindaklanjuti persoalan ini,” terangnya.