Rudi Apriandi: Kinerja Kherlani di Lamsel Hanya Sebatas Pencitraan

Bagikan/Suka/Tweet:

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Rudi Apriadi

LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Selasa (24/11) siang, menggelar tiga acara besar yang dihelat sekaligus, di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Dermaga Bom, Kalianda, Lampung Selatan. Tiga acara kegitan yang menjadi agenda rutin tahunan Pemkab Lamel  itu adalah Hari Kelapa Sedunia (HKS), Hari Pangan Sedunia (HPS), dan Hari Nusantara Tahun 2015.

Menanggapi tiga momen besar itu, Ketua Soul of Speaking (SoS) Lampung Rudi Apriadi menilai,  Pj. Bupati Kherlani lebih mementingkan agenda pemerintahan dalam bentuk seremoni, ketimbang dengan implementasi program-nya ke masyarakat.

“Ini menjadi salah satu bukti dari gagalnya seorang Penjabat Bupati dalam membentuk komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat,” ujar Rudi Apriadi, kepada Teraslampung.com, melalui sambungan telepon, Selasa (24/11) malam.

Menurut Rudi, kegiatan peringatan hari kelapa, hari pangan dan hari nusantara yang dipusatkan di PPI Dermaga Bom Kalianda, yang dikemas kedalam satu acara resmi, itu mencerminkan ketidakpahamannya pemerintah daerah dalam hal ini Pj. Bupati Lamsel, terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang sebenarnya.

“Kalau saya melihatnya, acara di TPI Bom tadi bukan diperuntukkan untuk masyarakat biasa, tetapi itu acara untuk tontonan para pejabat. Semestinya, acara semegah itu dibuka untuk masyarakat umum, tidak ada batas-batasannya. Artinya, persilhakan saja masyarakat masuk kelokasi secara bebas untuk melihat kegiatan tersebut, jangan diberikan penjagaan terlampau berlebihan,” terangnya.

“Acara semewah itu, seharusnya juga bisa dinikmati oleh masyarakat dari kalangan bawah, tanpa harus ada batasan,” ucap Rudi, lagi.

Selain itu, Rudi juga mengungkapkan bukti lainnya, yakni belum berhasilnya Pj. Bupati Lamsel Kherlani memimpin kabupaten serambi Pulau Sumatera ini, dalam 110 hari kerjanya.

Terlihat, pada saat peringataan HUT ke-59 Kabupaten Lampung Selatan di Gedung DPRD setempat yang sepi dari tamu undangan, khususnya untuk kalangan masyarakat, tertundanya penyampaian Raperda RAPBD Lampung Selatan tahun anggaran 2016 pada rapat paripurna, ditambah lagi tidak beraninya menempatkan pejabat baru pada sejumlah satuan kerja (Satker), dilingkungan Pemkab Lamsel yang selama ini terdapat kekosongan.

“Jadi, apa yang telah diperbuat oleh Pj. Kherlani selama ini, itu hanya sebatas pencitraan saja, bukan untuk membangun Lampung Selatan menjadi lebih baik,” ungkap Rudi.

Dijelaskan Rudi, semenjak dilantik awal Agustus hingga akhir November ini, Pj. Kherlani juga belum melakukan satupun perbaikan infrastruktur dan pelayanan prima yang sudah jelas terlihat di depan mata.

“Sepertinya, memang belum ada terobosan yang dilakukan oleh Pj. Bupati Lamsel, yang bisa membuat masyarakat Lampung Selatan merasa bangga,” tuturnya.

“Saya berharap, pak Kherlani bisa-lah lebih berani lagi dalam bertindak, karena dia memiliki kewenangan untuk melakukan perubahan signifikan diseratus hari masa kerjanya. Semua pasti sudah tau, kalau Pak Kherlani itu merupakan seorang birokrat yang piawai danberpengalaman, semestinya bisa beradaptasi dengan cepat dalam melaksanakan tugasnya sebagi penjabat bupati di kabupaten ini (Lamsel, red),” kata Rudi.

Dikatakanya lagi, dimasa kepemimpinan Pj. Bupati Kherlani, tingkat kedisiplinan pegawai di Pemkab Lamsel pun terlihat menurun, ini dapat dilihat dari banyaknya pegawai yang datang terlambat dan pulang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Terlebih lagi, masih banyaknya pejabat yang kadang tidak ada ditempat saat jam kerja.

Dari sejumlah kegagalan awal tersebut, menurut Rudi, Pj. Khelani harus lebih mengenal karakter anak buah yang dipimpinnya dan masyarakat yang diayominya.

Karena itu semua berkaitan dengan dua tugas pokok Pejabat Bupati, yakni menjalankan roda pemerintahan, dan memastikan Pilkada Lampung Selatan 2015 berjalan dengan aman dan damai.

“Itu semua pasti tidak akan terwujud, jika Pak Kherlani tidak mengubah gaya komunikasinya,” ujar Rudi.

Lagi-lagi Rudi menilai, sejumlah kegagalan yang terjadi merupakan dampak dari komunikasi yang tersumbat.

“Jangan sampai Gubernur Lampung Ridho Ficardo, yang memilihnya menjadi Pejabat Bupati Lampung Selatan, ikut menanggung malu, atas kegagalan Pak Kherlani dalam memimpin Kabupaten Lampung Selatan yang kita cintai ini,” katanya.