Beranda News Pusiban Operasi Patuh Krakatau, Polda Lampung Terjunkan 576 Personel

Operasi Patuh Krakatau, Polda Lampung Terjunkan 576 Personel

202
BERBAGI
Polisi memeriksa surat-surat kendaraan pada Operasi Patuh Krakatau, Kamis (26/4/2018).
Polisi memeriksa surat-surat kendaraan pada Operasi Patuh Krakatau, Kamis (26/4/2018).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, secara resmi mulai hari ini 26 April 2018 melaksanakan Operasi Patuh krakatau 2018 yang digelar hingga 9 Mei 2018 mendatang. Dalam Operasi Patuh Krakatau tersebut, diterjunkan 574 personel Ditlantas Polda Lampung, Jajaran Satlantas Polres/ta dan instansi terkait lainnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin mengatakan, Operasi Patuh Krakatau ini digelar serentak selama dua pekan, yakni 26 April hingga 9 Mei 2018 mendatang. Dalam operasi tersebut sebanyak 574 personel diterjunkan, terdiri dari 100 personel dari Satgas Operasi Ditlantas Polda Lampung dan 474 personel lainnya dari Jajaran Satlantas Polres/ta.

“Dengan digelarnya operasi ini, harapannya dapat terwujudnya masyarakat disiplin dalam berlalu lintas. Sehingga angka dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas menurun. Selain turunnya jumlah pelanggaran, dapat terwujudnya Kamseltibcar lantas yang mantap,”ujarnya, Kamis 26 April 2018.

Dikatakannya, Operasi Patuh Krakatau ini digelar, sebagai serangkaian kegiatan menaati aturan dalam berkendara. Ia pun berpesan, agar para pengendara harus selalu melengkapi surat-surat kendaraan dalam berkendara.

Pada operasi ini, kata Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin, Ditlantas Polda Lampung beserta Jajaran Satlantas Polres/ta akan melakukan penindakan tilang sebanyak 50 persen, lalu 25 persen preemtif yakni giat pendidikan terhadap masyarakat mengenai taat aturan serta kesadaran dalam lalu lintas dan 25 persennya lagi preventif berupa imbauan ke pengguna jalan.

“Mengenai penegakkannya, dilakukan selektif prioritas. Apakah penindakan dengan penilangan atau berupa blanko teguran tertulis. Kebanyakan pelanggaran dalam bentuk tidak mengenakan helm, melawan arus dan tidak membawa surat-surat kelengkapan kendaraan,”terangnya.