Beranda News Pusiban 1.165 Makam Tergusur Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar

1.165 Makam Tergusur Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar

1101
BERBAGI
“Land clearing” lokasi proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Setidaknyaa ada 1.165 makam warga  Lampung akan tergusur proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar sepanjang 140 kilometer. Ribuan makam yang akan  tertimbun pembangunan JTTS ini  terjadi di Desa Sidokerto, Kecamatan Buminuban, Lampung Tengah.

Menurut Ketua Tim II persiapan pembebasan lahan Tol, Tauhidi, makam-makam tersebut terpaksa dipindah mengingat target pembangunan JTTS harus segera diselesaikan.

“Para ahli waris makam tidak mempermasalahkan itu, mereka sepakat untuk memindahkan makam ini. Lahan yang disediakan juga tidak terlalu jauh dari sebelumnya. Proses pemindahan makam nanti sesuai dengan tata cara agama , dikafani ulang, ,” kata Tauhidi di ruang kerjanya, Selasa (30/6).

Soal  penggusuran  ribuan makan warga Lampung, menurut Tauhidi, secara teknis pembangunan JTTS tidak akan berubah dari siteplan (rencana pembangunan). Sebab, jika tidak menggusur makam itu, maka titik koordinat JTTS akan berubah.

“Kalau (makam) itu dipindah (jalur JTTS), maka akan bergeser 3-4 km. Itu perlu perencanaan ulang dan memakan waktu, sementara kita dikejar target Juni 2015 ini harus selesai pembebasannya dan Desember 2015 harus selesai ganti rugi,” terang dia.

Selain itu, konsultasi publik yang dikerjakan oleh Tim II telah selesai, Senin (29/6). Untuk tol ruas Tegineneng-Terbanggibesar yang dikerjakan tim II sepanjang 35 km.

“Terakhir kemarin kami melakukan konsultasi publik di tiga tempat, yakni di Desa Sidokerto, Desa Sidowaras dan Desa Sukajawa, Kabupaten Lampung tengah,” kata dia.

Menurutnya dengan berakhirnya konsultasi publik di ketiga tempat tersebut artinya selesai sudah tugas dan pekerjaan tim II. “Saat ini kami sedang mempersiapkan penetapan lokasi dan mudah-mudahan besok pagi (hari ini-red) penloknya sudah ditandatangani pak Gubernur,” ujarnya.

Dia menuturkan, meski telah selesai pekerjaan di lapangan, pihaknya masih memiliki tugas dan kewajiban untuk mengawal pembangunan JTTS.

“Tugas selanjutnya ada di BPN dan tim apparsial tapi akan tetap kami kontrol. Setelah penlok ditandatangani oleh Gubernur Lampung, pihaknya segera melaporkan kepada Departemen KemenPU. Setelah itu kami akan melaporkan kalau pekerjaan kami sudah selesai,” kata mantan Kadis Pendidikan Lampung itu.

Menurut Tauhidi, saat ini tim dari BPN telah menyelesaikan pengukuran dan ditaksir oleh tim apparsial di Kecamatan Terbangibesar.

“Sekarang tim dari BPN juga terus berjalan untuk melakukan pengukuran, karena mereka juga mengejar target bulan desember harus selesai,” kata dia,

Mas Alina Arifin


Ikuti perkembangan berita ini di: Proyek Jalan Tol Trans Sumatera
Loading...