12 Gerai Bakso Sony Disegel Pemkot Bandarlampung, Ini Kata Pengacara

  • Bagikan
Gerai Bakso Sony/Son Hajisony di Kemiling, satu dari 12 gerai yang ditutup sementara oleh TP4D Pemkot Bandarlampung, Senin (20/9/2021). Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim
Gerai Bakso Sony/Son Hajisony di Kemiling, satu dari 12 gerai yang ditutup sementara oleh TP4D Pemkot Bandarlampung, Senin (20/9/2021). Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim

TERASLAMPUNG.COM — Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarlampung kembali melakukan penutupan sementara/penyegelan terhadap 12 gerai Bakso Sony/Son Haji, Senin 20 September 2021.

Untuk menyegel 12 gerai Bakso tersebut, TP4D membagi dalam tiga tim. Tim pertama, diketuai Asisten 1 Sukarma Wijaya, melakukan penyegelan Bakso Sony di Jalan Cut Nyak Dien, Imam Bonjol, Jl. Pemuda, dan Bakso Sony di Jalan Raden Intan.

Tim kedua yang dipimpin Asisten II Khaidarmansyah menyegel Gerai Bakso Sony Menggoda di Jalan Sumantri Brojonegoro, Jl. Pramuka, Jl. Teuku Cik Ditiro, dan Jl. Cut Nyak Dien.

Tim ketiga dipimpin Asisten III Saraden Nihan menutup sementara gerai Bakso Sony di Jalan Gunung Rajabasa, Jl. Gajahmada, Jl. Yos Sudarso, dan Jl. Laksamana R.E. Martadinata.

Dengan ditutup sementara, ke-12 gerai Bakso Sony tersebut berarti 18 gerai Bakso Sony yang berpusat di Jalan Wolter Monginsidi, Kota Bandarlampung telah disegel semua oleh TP4D Kota Bandarlampung.

Menurut Kabid Pajak di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung Andre Setiawan tindakan penyegelan ini merupakan tindakan tegas atas sikap pemilik Bakso Sony Group yang mengabaikan panggilan untuk melakukan klarifikasi terhadap potensi pajak dan optimalisasi penggunaan tapping box.

“Dari hasil pengawasan kita (BPPRD) Bakso Sony Grup itu setor pajak Rp400 sampai Rp500 juta/bulan tapi yang disetor 120 juta/bulan. Kami undang mereka untuk melakukan klarifikasi sekalian juga untuk menggunakan tapping box secara optimal tapi mereka tidak pernah datang,” jelasnya.

“Artinya tindakan kita hari ini sudah melalui tahapan-tahapan akhirnya kita mengeluarkan sangsi tegas dengan menutup sementara sampai Sony Grup memenuhi kewajibannya,” tambahnya.

Sementara itu, teraslampung.com menghubungi salah seorang sahabat dan juga kabarnya menjadi pengacara Haji Sony pemilik Bakso Sony Grup yaitu Ardiansyah. Ardiansyah yang dihubungi via ponselnya mengatakan penyegelan ini terjadi karena perbedaan pemahaman hukum antara pemilik Bakso Sony dan Pemkot Bandarlampung soal tapping box dan pajak yang dibayar.

“Haji Sony merasa tidak bersalah dalam menggunakan tapping box, sedangkan Pemkot menilai Sony sudah melanggar aturan. Sebenarnya opsi yang paling tepat adalah membawa ini ke pengadilan,” kata Ardiansyah yang juga CEO Radar Grup itu.

“Haji Sony belum mau menempuh langkah itu, sehingga dia masih wait and see dalam proses itu Pemkot tidak sabaran dan akhirnya melakukan penyegelan lagi hari ini,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, menurut Haji Sony Pemkot Bandarlampung dalam proses penyegelan telah melakukan tindakan di luar prosedur, di luar kewenangannya.

“Kalau tuduhannya Sony Grup diduga melakukan penggelapan pajak kemudian langsung disegel, ya tidak gitu caranya. Proses dalam hukum pajak saja untuk menentukan adanya proses eksekusi (penerapan sangsi/badan) kan harus ditetapkan melalui keputusan pengadilan,” katanya.

“Nah, dalam proses penyegelan yang dilakukan Pemkot ini kan belum ada badan yang memutuskan. Kalau tuduhannya penyelewengan pajak, Pemkot masih menggunakan standar asumsi, dalam hukum tidak boleh,” kata Ardiansyah yang pernah menjabat Staf Khusus walikota dan mengundurkan diri sejak mulai terjadinya penyegelan terhadap gerai-gerai Bakso Sony.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan