Beranda Pendidikan 14 Lomba Kocak-Kreatif pada Peringatan HUT RI

14 Lomba Kocak-Kreatif pada Peringatan HUT RI

524
BERBAGI
Lomba naik sepeda melintasi sebilah papan di atas air.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TERASLAMPUNG.COM — Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75 di bulan Agustus 2020 ini hanya tinggal menghitung hari. Warga seantero-Indonesia maupun masyarakat Indonesia di luar negeri sudah bersiap-siap menyambut perayaan kemerdekaan. Bendera merah putih sudah di pasang di berbagai tempat. Perlombaan untuk memeriahkan HUT RI pun siap digelar.

Karena pada perayaan kemerdekaan ke-75 RI sekarang ini masih di tengah pandemi Covid-19 dan menuju new normal, maka perlu diperhatikan dan harus mematuhi protokol kesehatan. Perlu diperhatikan juga soal keselamatan para peserta, khususnya untuk lomba yang berbahaya.

Bagi para pembaca setia teraslampung.com yang sedang mencari ide untuk lomba 17-an, berikut ini aneka lomba yang selalu ada dan hemat biaya yang bisa diadakan di tempat kalian yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Panjat Pinang

Lomba panjat pinang.

Pada lomba 17 Agustusan, panjat pinang ini akan selalu ada, namun hadiahnya bisa kekinian. Meskipun dianggap sangat sulit, tetap saja banyak yang mengikuti perlombaan tersebut mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pohon pinang yang dilumuri oli atau minyak, membuat para peserta lomba harus berjuang keras memanjat untuk dapat mengambil hadiah yang sudah diikat di bagian paling atas batang pinang.

2. Balap Karung

Lomba balap karung ini diadakan menggunakan karung goni atau karung beras, perlombaan ini dilakukan oleh beberapa peserta yang telah diberi garis perlintasan. Lomba ini memerlukan kekuatan kaki yang bagus untuk melompat, yang pertama berhasil mencapai garis finish maka dialah sebagai pemenangnya.

Bahkan agar lebih berkesan dan terlihat lucu, ada yang menambahkan menggunakan helm pada lomba balap karung tersebut dan peserta harus berjalan jongkok untuk mencapai garis finish.

3. Balap Bakiak

Lomba balap bakiak ini membutuhkan kekompakan dan seorang komando untuk mencapai garis finish tersecepat. Sebab, untuk mengikuti lomba ini harus berkelompok biasanya 4-5 orang. Bakiak yang digunakan adalah bakiak panjang yang bisa menampung 3-5 pasang kaki.

4. Jalan/Lari Bawa Kelereng dengan Sendok di Mulut

Pada perlombaan ini, para peserta menggunakan media sendok yang digigit untuk membawa sebutir kelereng (gundu) untuk sampai ke garis finish. Dalam perlombaan ini, memerlukan ketenangan saat berjalan. Siapa yang tercepat dan kelereng yang diataruh dalam sendok tidak terjatuh, maka dialah pemenangnya.

5. Makan Kerupuk

Peraturan lomba makan kerupuk ini, tangan peserta tidak boleh memegang kerupuk alias diikat kearah belakang untuk menghindari kecurangan. Posisi kerupuk yang diikat tergantung, lomba ini memang sedikit sulit dan terlihat seru.

6. Tarik Tambang

Lomba ini diharuskan membentuk sebuah kelompok, untuk tiap kelompok beradu kekuatan. Lomba ini bukan hanya tentang kekuatan, tapi juga kekompakan tim agar bisa membawa tim menjadi juara.

7. Joget Balon

Lomba joget balon ini diharuskan berpasangan. Pasangan peserta harus membawa balon ke garis finish, dengan sarat balon harus ditaruh diantara muka dua peserta. Saat memindahkan, peserta harus sambil berjoget dan jalan berhadapan.

8. Ambil Koin dengan Mulut

Dengan menggunakan uang koin (logam) sebagai objek utamanya yang ditancapkan atau dilekatkan pada media tertentu seperti buah gernung (di Jawa sering disebut buah maja atau gernuk), pepaya, semangka, jeruk besar, buah kelapa muda, dan lainnya. Sebelum digantung, buah tersebut terlebih dulu dilumuri  minyak oli, cokelat, minyak sayur atau kopi bubuk. Intinya, agar ketika mulut peserta lomba berusaha mengambil koin, wajah peserta akan belepotan.

9. Memasukkan Paku atau Pensil ke Botol

Peserta lomba diharuskan memasukkan paku atau pensil ke dalam sebuah botol. Hal ini terasa sulit karena paku tersebut ditali dan digantungkan pada bagian belakang perut peserta dan untuk memenangkannya, peserta memerlukan kesabaran yang ekstra.

10. Pecahkan Balon Air

Tak kalah menariknya lagi untuk diadakan lomba adalah pecahkan balon air. Lomba ini, peserta dengan mata tertutup dan menggunakan sebatang kayu diharuskan memecahkan balon berisi air.

Balon berisi air yang harus dipecahkan tersebut digantungkan dengan seutas tali dengan jarak sekitar 10 cm dari kepala peserta. Media balon bisa diganti menggunakan kendi atau plastik yang berisi air.

11. Gebuk Bantal di Atas Sungai

Lomba gebuk bantal biasanya dilakukan diatas sungai, kolam (empang) yang diatasnya diberi sebatang bambu atau kayu. Pada perlombaan ini, orang yang bertanding duduk diatas bambu atau kayu sambil memegang bantal.

Mereka yang bertanding, akan saling gebuk (pukul) dan menyerang lawan permainan. Peserta yang tidak dapat menjaga keseimbangannya maka akan tercebut ke air. Sedangkan peserta yang dapat bertahan diatas bambu atau kayu, akan jadi pemenangnya.

12. Naik Sepeda Melintasi Sebilah Papan di Atas Air

Pada perlombaan ini, peserta diwajibkan mengayuh sepeda tapi bukan dijalan setapak apalagi di aspal. Melainkan, harus jalan melewati lintasan sebilah papan kayu yang dipasang atau disusun diatas kolam atau empang sampai finish.

Papan kayu disusun sepanjang 3 meter hingga 8 meter yang menghubungkan kedua sisi sebagai titik berangkat dan titik akhir. Dimana pada titik akhir tersebut, peserta mengambil amplop yang didalamnya berisi hadiah. Peserta yang paling cepat dan tidak tercebur ke air, dialah sebagai pemenangnya.

Lomba ini terbilang cukup sulit, apalagi mereka yang kurang lihai mengatur keseimbangan saat mengayuh sepeda melintasi sebilah papan kayu maka akan tercebur ke dalam air.

13. Main Sepak Bola dengan Terong, Pemainnya Para Pria Berdaster

Peserta lomba sepak bola ini diwajibkan menggunakan baju daster lalu pada bagian belakang perutnya ditali dan digantungkan satu buah terong. Perlombaan ini memang tidak seperti biasanya bermain bola, peserta harus menendang bola dan memasukkan ke dalam gawang menggunakan media terong yang sudah digantungkan tersebut.

14. Merias Wajah dengan Mata Tertutup

Selain lucu dan menggelitik, peserta lomba merias wajah dengan mata tertutup menggunakan kain ini dilakukan berpasangan. Sambil menutup mata dengan kain, peserta berlomba merias wajah pasangannya bisa wajah pacarnya sendiri, suami atau istri, anak atau orangtua sendiri.

Pada lomba ini, ternyata bukanlah perkara mudah. Selain membutuhkan keterampilan, merias wajah dengan mata tertutup juga memerlukan insting agar setiap polesan itu benar-benar tepat. Kalau tidak, hasilnya mulai dari bedak tidak merata di permukaan wajah pasangannya, gincu atau lipstik yang dipoles tidak tepat ke bibir hingga eyes shadow yang melenceng. Sehingga bukannya tampak cantik dan menarik, yang dirias malah terlihat lucu mirip seperti badut.