Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara 17 Pejabat Dicopot, Plt Direktur RSUD Ryacudu Dinilai Sewenang-wenang

17 Pejabat Dicopot, Plt Direktur RSUD Ryacudu Dinilai Sewenang-wenang

3980
BERBAGI
RSUD Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara

Feaby Handana|Teraslampung.com

Kotabumi–Kalangan legislatif Lampung Utara menilai pencopotn jabatan ke-17 petinggi Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR), Kotabumi sebagai bentuk kesewenang-wenangan Plt Direktur RSUR.

“Kebijakan membebastugaskan ke-17 petinggi RSUR dari jabatannya itu membuktikan jika beliau cukup arogan dalam memimpin,” tegas anggota DPRD Lampura, Dedy Andrianto usai rapat bersama dengan perwakilan pendemo dari RSUR, Kamis (3/1/2019).

‎Kendati demikian, Dedy mengakui promosi/mutasi/pencopotan jabatan itu merupakan wewenang dari pimpinan RSUR. Namun, tentunya semua kebijakan yang dibuat tersebut harus tetap mengacu pada kaidah – kaidah yang ada.

BACA: Ikut Demo, 17 Pejabat RSU Ryacudu Kotabumi Dicopot

“Keputusan itu dibuat tak lama setelah mereka berunjuk rasa di kantor Pemkab Lampura.‎ Jadi, jelas keputusan ini sangat emosional dan tidak mereflesikan kebesaran jiwa beliau sebagai pimpinan,” tandas politisi asal PKPI ini.

Dua mantan petinggi RSU Ryacudu (RSUR) ‎berkomentar tentang pencopotan mereka dari jabatan Kepala Ruangan di RSUR.

Sementara, Wakil Ketua II DPRD Lampura‎ menegaskan persoalan pencopotan jabatan ke-17 petinggi RSUR juga akan mereka bahas dalam pertemuan mendatang. Bahkan, kemungkinan besar mereka akan mengeluarkan rekomendasi pengembalian jabatan jika ditemukan adanya unsur pelanggaran.

“Kalau nantinya terbukti melanggar, kami akan rekomendasikan untuk ‎mengembalikan jabatan itu kepada mereka yang telah dibebastugaskan dari jabatannya tersebut,” kata dia.

BACA : Tuntut Direktur Diganti, Ratusan Karyawan RSU Ryacudu Kembali Berunjuk Rasa

Sebelumnya, pada Kamis sore (20/12/2018), 17 kepala ruangan di RSUR dicopot dari jabatannya usai turut serta dalam aksi unjuk rasa pada pagi harinya. Alasan pencopotan ini dikarenakan mereka dianggap sudah tidak dapat bekerja sama lagi.

Loading...