Beranda Hukum 193 Senpi Rakitan yang Dimusnahkan Korem Gatam Berasal dari Lima Daerah

193 Senpi Rakitan yang Dimusnahkan Korem Gatam Berasal dari Lima Daerah

149
BERBAGI
Danrem 043 Gatam, Kolonel Inf Hadi Basuki saat berikan keterangan terkait penyitaan dan pemusnahan barang bukti 193 pucuk senjata api ilegal kepada awak media di Makorem, Rabu (14/3/2018).
Danrem 043 Gatam, Kolonel Inf Hadi Basuki saat berikan keterangan terkait penyitaan dan pemusnahan barang bukti 193 pucuk senjata api ilegal kepada awak media di Makorem, Rabu (14/3/2018).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG- Komandan Komando Resort Militer (Korem) 043 Garuda Hitam (Gatam) Kolonel Inf Hadi Basuki mengaku 193 pucuk senjata api rakitan-ilegal yang dimusnahkan di  Lapangan Makorem 043 Gatam, Rabu (14/3/2018) berasal dari lima daerah di Lampung.

Kelima daerah itu adalah Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Barat, dan Kota Metro.

Pada tahun 2017 lalu ada sekitar 168 pucuk yang diterima, terdiri atas 26 pucuk laras panjang dan 142 pucuk laras pendek. Kemudian sejak Januari hingga Maret 2018  ada 25 pucuk senjata api rakitan yang diterima. Perinciannya:  24 pucuk laras pendek dan 1 pucuk laras panjang.

“Sebanyak 193 pucuk senjata api ilegal yang disita ini, merupakan hasil dari anggota Korem 043 Jajaran melaksanakan penggalangan secara persuasif serta kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata api modifikasi ataupun rakitan. Dari hasil giat tersebut, diadapat sebayak 166 pucuk senjata api laras pendek dan 27 pucuk laras panjang dalam rentan waktu Januari 2017 hingga Februari 2018,” kata Kolonel Hadi Basuki, di sela-sela acara pemusnahan senjata api rakitan-ilegal.

Menurut Danren, ratusan senjata api rakitan tersebut dikumpulkan atas kesadaran masyarakat tanpa ada paksaan dan mereka menyerahkannya secara sukarela kepada aparat TNI jajaran Korem 043 Gatam.

“Pemusnahan senjata api ilegal ini dilakukan sebagai langkah dalam menekan angka kejahatan ditengah beragamnya modus kriminalitas yang terjadi di Lampung,” katanya.

Senjata api yang disita, kata Hadi Basuki, milik masyarakat biasa dan ada juga sebagai pedagang.

“Namun mayoritas penggangguran, dan senjata api itu dimilikinya dengan alasan hanya untuk melindungi diri tidak digunakan untuk melakukan tindakan kejahatan. Alhandulillah setelah dilakukan pendekatan persuasif, mereka sadar dan mau menyerahkan senjata api yang disimpannya. Karena tidak ada gunanya memiliki dan menyimpan senjata api untuk melindungi diri, serahkan semuanya pada penegak hukum,” ujarnya.

Kolonel Hadi Basuki mengatakan, pihaknya mendukung Polda Lampung untuk melakukan pemusnahan barang bukti senjata api ilegal tersebut, dan mendapat ijin untuk melakukan pemusnahan.

“Kalau sebelumnya senjata ini diserahkan ke Polda Lampung lalu dimusnahkan, tapi sekarang Korem 043 Gatam sudah dapat izin untuk bisa memusnahkannya berkordinasi dengan Polda Lampung,” katanya.